Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Puluhan Ribu UMKM Tumbuh dan Berkembang di Kota Kediri (3/Habis)

Naik Kelas karena Ikut Fashion Week di Jakarta

29 November 2018, 17: 33: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

fashion week

KHAS KEDIRI: Bunda Fe saat tampil di Fashion Week dengan tenun karya UMKM Kota Kediri. (PEMKOT KEDIRI For RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

Para pengusaha UMKM merasakan dampak langsung dari perhatian Pemkot Kediri melalui Dinkop UMTK. Selain mampu bertahan dari terjangan persaingan, para pelaku UMKM ini juga berkembang.

“Enak sih, karena ada pelatihan untuk mengembangkan usaha dan minat.”  Kalimat itu adalah jawaban Supingi. Salah seorang pengusaha mikro di bidang pangan. Yaitu pembuatan tahu. Supingi mengakui, program Pemkot Kediri melalui Dinas Koperasi dan UMTK  berupa Klinik UMKM sangat membantu dirinya.

Klinik tersebut mampu membantu para pelaku UMKM. Bahkan, para calon pelaku pun sangat tertolong. Mereka bisa mudah mendapatkan informasi  terkait bidang usaha yang digeluti. Apalagi dengan adanya grup Pelaku UMKM Kota Kediri yang sudah dibentuk melalui media sosial WhatsApp.

Supingi memaparkan yang membuatnya semangat adalah pelatihan pemasaran produk hingga pembukuan. Baginya dengan adanya pelatihan pembukuan dapat mengetahui pemasukan hingga omzet usaha yang ia lakoni.

Lain Supingi lain Kasiana, pelaku UMKM batik Kota Kediri. “Saya memulai usaha batik dari nol. Dinas Perindustrian dan perdagangan  dan Dinas Koperasi dan UMTK-lah yang membantu dan mengenalkan usaha saya,” ungkapnya.

Kasiana mengakui, bila pelaku usaha kecil sangat perlu mendapatkan informasi. Untuk pengembangan produk dan kualitasnya. Tidak salah bila ia pun ingin mengembangkan usahanya karena merasa didukung pemerintah setempat.

“Di sekitar rumah, saya bisa memberdayakan tetangga untuk membantu ekonomi mereka. Paling tidak lepas dari tanggungan bank cuil (renternir, Red),” imbuhnya sambil tersenyum.

Inovasi tidak melulu soal program baru. Juga apresiasi pada pelaku UMKM pun mampu mendorong mereka dalam berkarya. Produk yang pernah diikutkan dalam Fashon Week di Jakarta adalah kesan berbeda. Terutama bagi Siti Ruqhoyah, salah satu pemilik usaha tenun ikat Bandar sejak 27 Februari 1989.

“Pemkot ikut mengenalkan dan memasarkan produk dalam skala luas,” ujarnya.

Ia juga mengakui bila pihak pemkot melalui Dinas Koperasi UMTK dan Disdag sangat membantu pelaku UMKM. Adanya SK Wali Kota juga turut membantu usahanya dan teman-temannya dalam bidang kerajinan tenun ikat. “ Setiap Kamis, di instansi harus pakai baju tenun ikat. Swasta juga ikut-ikutan,” terangnya sambil tersenyum.

Kristianto, kepala Dinas Koperasi dan UMTK membenarkan hal tersebut. “ Kami berupaya agara pelaku UMKM tidak hanya mampu memasarkan produk. Tapi juga mengasah keterampilan, penjualan, pembukuan keuangan hingga naik peringkat menjadi pengusaha menengah,” tuturnya.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia