Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Puluhan Ribu UMKM Tumbuh dan Berkembang di Kota Kediri (2)

Buka Klinik, Dinas Koperasi Bina 5.000 Pelaku

29 November 2018, 17: 06: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

umkm

KHAS: Pelaku UMKM mendaftarkan produknya ke Klinik UMKM. (RAMONA VALENTIN - Radar Kediri. JawaPos.com)

Share this          

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (UMTK) Kota Kediri membina 5 ribu pengusaha UMKM. Melalui klinik UMKM yang dibentuk oleh Pemkot Kediri. 

“Klinik UMKM itu salah satu fasilitas untuk membantu pelaku UMKM Kota Kediri,” ungkap Kristianto, kepala Dinas Koperasi  UMTK. Kris juga mengakui bila klinik tersebut terbuka bagi siapa saja. Tidak hanya pelaku UMKM. Melainkan juga orang-orang yang masih akan merintis usaha.

Klinik UMKM ini terletak tepat di sebelah kantor Dinas Koperasi dan UMTK. Di Jalan Brigadir Jenderal Pol Imam Bachri di Pesantren, Kota Kediri. Di sinilah pemkot berusaha melakukan pembinaan agar UMKM itu bisa tumbuh dan berkembang. Klinik UMKM ini dibuka setiap harinya untuk melayani masyarakat Kota Kediri. Baik konsultasi mengenai pemasaran, permodalan, penjualan dan pembukuan keuangan.

Pembinaan pelaku UMKM ini juga bertahap. Tidak hanya membuat seorang tekun dan semangat menjalani usahanya. Melainkan juga tumbuh dan berkembang pada tahapan selanjutnya.

Dinas Koperasi UMTK merasa belum puas apabila pelaku UMKM hanya mampu memasarkan produknya saja. Menurut Kris, tahap awal adalah membentuk seseorang sebagai wirausaha baru. Lalu dibina untuk menjadi pengusaha mikro. Selanjutnya dibina lagi untuk menjadi pengusaha kecil. Dan yang terakhir dibina lagi hingga menjadi pengusaha menengah.  

“Kami memang membina sampai tahapan menjadi pengusaha menengah. Untuk selanjutnya bukan ranah kami lagi,” tegasnya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri.  

Edit Suwantara, kordinator Klinik UMKM pun mengatakan demikian. “Klinik UMKM ini bertujuan untuk menyediakan jasa layanan yang berkualitas. Untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan mayoritas pengusaha mikro,” tuturnya.

Edit mengakui juga Klinik UMKM harus membantu meningkatkan  daya saing dan daya jual produk usaha mikro. Untuk 5 ribu UMKM yang dibina, Edit mengakui terdapat pengelompokan lagi. Baik kategori makanan mnuman (mamin), aksesori, hantaran, kerajinan hingga kelompok UMKM untuk karang taruna.

Ia juga menjelaskan bila klinik usaha mikro merupakan program kebijaksanaan dan strategi pemberdayaan usaha mikro. Laki-laki berkacamata ini memaparkan, tugas dari klinik UMKM ini membantu menyelesaikan masalah. Melalui pembinaan profesional dan terpadu. “Mulai dari pemberian layanan konsultasi, informasi, fasilitasi, advokasi bisnis, hingga layanan pelatihan singkat,” ujarnya.

Dalam menjalani usaha mikronya, para pelaku UMKM juga diberikan fasilitas pameran. Untuk sarana mengenalkan produk mereka pada masyarakat lokal hingga interlokal. “Dari kota ada, lalu kalau masuk dalam produk unggulan juga bisa ikut ke pameran tingkat provinsi bahkan tingkat nasional,” imbuhnya.

Sebagai pendamping UMKM ia menagkui bila terdapat fasilitas berupa grup digital. Melalui media sosial WhatsApp untuk komunikasi antar pihak Klinik UMKM dan para pelaku UMKM. “Tidak hanya konsultasi atau media informasi, tapi juga bisa saling kenal dan saling sapa,” pungkasnya.  

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia