Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

DPRD Dorong Pemkot Perhatikan UB

29 November 2018, 16: 45: 57 WIB | editor : Adi Nugroho

brawijaya

DIKEMBANGKAN: Kondisi di belakang Pasar Mrican. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KOTA - Salah satu faktor krusial terkait penataan kawasan Mrican adalah keberadaan Pasar Mrican. Kajian pembahasan sejumlah rencana pun terus dilakukan. Termasuk kajian relokasi pasar yang letaknya tepat di dekat simpang empat tersebut.

Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Barat Sungai Kota Kediri sepertinya butuh banyak pertimbangan. Hal ini lantaran wilayah barat sungai yang selama ini telah dikenal sebagai kawasan pendidikan harus menerima banyak tantangan. Yakni tantangan perihal kemacetan yang diprediksi bakal terjadi usai dibangunnya bandara dan jalan tol.

“Untuk menyambut itu semua, sejumlah rencana proyek juga sudah masuk dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Red),” kata anggota Komisi C DPRD Ayub Wahyu Hidayatullah.

Menurutnya, salah satu rencana yang harus dipertimbangkan matang-matang adalah terkait relokasi Pasar Mrican. Hal ini untuk antisipasi kawasan simpang empat Mrican menjadi titik terpadat. Karena menjadi pertemuan arus di kawasan barat sungai.

Pertimbangan tersebut mengacu lokasi pasar saat ini. Pasar sangat dekat dengan perempatan. Apalagi ketika pagi hari. Jalanan tak hanya padat dengan pelajar dan pegawai yang hendak berangkat. Juga semakin macet karena aktivitas di depan pasar. Hal itulah yang membuat tempat itu menjadi salah satu titik macet di barat sungai.

“Pasar Mrican juga perlu direlokasi,” tegas Ayub.

Relokasi tersebut, menurutnya, untuk kebaikan bersama. Juga demi keamanan pengunjung pasar dan pedagang. Ayub memberi saran untuk pasar yang baru nanti diletakkan di jalan yang arus lalu lintasnya tidak terlalu padat. Alternatif pertamanya adalah di daerah lapangan Mrican.

“Karena di Kota Kediri sudah sulit mencari lahan. Kalau bisa konsep pasarnya dibuat vertikal yang sekalian bisa digunakan untuk tempat parkir,” sarannya.

Untuk relokasi pasar ini wakil rakyat dari Fraksi PKS tersebut menyarankan untuk secepatnya dilakukan pembahasan. Sebagai salah satu cara mengantisipasi pembangunan bandara dan jalan tol yang kabarnya bakal mulai tahun depan. Paling tidak rencana ini harus menjadi prioritas. Harus segera disiapkan dengan matang.

Selain bisa mengurangi titik kepadatan, relokasi pasar juga untuk lahan akses ke Universitas Brawijaya (UB). Kebetulan kampus itu lokasinya tepat berada di belakang pasar. Akses itu nantinya juga sebagai jalur tembus dari Mrican ke kawasan Selomangleng yang saat ini juga telah berdiri bangunan kampus Politeknik Kediri. Kampus yang disebut terakhir itu rencanannya juga akan dinegerikan.

Ayub menyampaikan, kemajuan di sektor pendidikan tinggi (PT) di Kota Kediri sangatlah penting. Oleh karena itu pemkot juga harus mendukung untuk pengembangan semua PT yang ada. Termasuk memberikan tanah hibah kepada Universitas Brawijaya.

Untuk diketahui, sejumlah rencana pengembangan kawasan barat sungai menyambut bandara dan tol Kediri sudah dipersiapkan pemkot. Di antaranya adalah kajian pembangunan jalur lingkar, akses jalan tembus, juga Jembatan Mrican-Jongbiru.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia