Kamis, 19 Sep 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Gerebek Dua Pasang Kekasih di Dalam Kamar Kos

25 November 2018, 13: 15: 20 WIB | editor : Adi Nugroho

kos bebas

CEK DULU: Petugas Satpol PP Kota Kediri saat mengecek identitas dua pasangan yang ditemukan dalam kamar kos. (HABIBAH ANISA - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KOTA – Satpol PP Kota Kediri menggerebek pasangan tidak resmi di kamar kos, Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, dini hari  (23/11).

Dua sejoli bukan suami istri itu adalah ES, 19, warga Pare dengan IH, 23, warga Lombok, NTB. Selain itu NEI, 20, dengan AFZ, 23 warga Tulungagung. Kedua pasangan tepergok sedang berada di dalam kamar kos yang dimiliki Binti Mustafa,  40. “Tempat kos-kosan itu memang kos campuran,” jelas Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Tramtibum) Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, penggerebekan berdasarkan laporan dari warga yang protes dengan kegiatan penghuni kos. Mereka mengatakan bahwa kos tersebut digunakan sebagai perbuatan asusila. “Kami segera tindaklanjuti. Sekitar pukul 01.45 WIB anggota langsung menuju lokasi,” ujar Nur Khamid.

Khamid menjelaskan petugas yang datang ke lokasi kejadian terlebih dulu menenangkan warga agar tidak bertindak anarkis. Setelah itu mereka langsung menuju rumah kos. Di lokasi, satpol PP langsung mengecek kamar ES dan NEI. Mereka mendapati pintu kamar terkunci. Setelah diketuk, ES dan NEI keluar. Tak hanya mereka berdua, di kamar lainnya ternyata juga ada IH dan AFZ.

Namun ketika diperiksa kartu tanda penduduk (KTP) ternyata semua memiliki alamat berbeda. Kedua pasangan tersebut juga diketahui bukan pasangan suami istri. Kedua pasangan itu pun tak bisa berkutik. Karena itu keempatnya langsung dibawa ke kantor satpol PP, Jalan Veteran, Kota Kediri.

Selanjutnya, petugas meghubungi keluarga ES, IH, NEI dan AFZ untuk menjemput. Khamid menuturkan, pihaknya juga memberikan pembinaan dan pengarahan pada kedua orang tersebut.

Atas kejadian tersebut, petugas juga akan memanggil pemilik kos untuk dimintai keterangan. Ini terkait perizinan atas usaha mendirikan kos tersebut. Sebab, menurut warga yang melapor, pasangan tanpa ikatan pernikahan tersebut sering keluar masuk kos pada malam hari. “Jika terbukti melakukan pembiaran yang mengarah ke tindak asusila akan kami tindak tegas,” tandasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia