Rabu, 17 Jul 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Mengupas Sejarah Kuno si Gunung Cantik (2)

Jadi Tempat Pemujaan di Zaman Kerajaan

24 November 2018, 14: 18: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

ekspedisi wilis

TERTUTUP LONGSORAN: Tim ekspedisi Wilis 1 saat di bungker Jepang. (M ARIF HANAFI - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

Dianggap suci, Gunung Wilis ditengarai banyak menyimpan peninggalan bersejarah yang belum ditemukan. Terutama pada masa kerajaan.

Mungkin hanya sedikit orang yang tahu sebenarnya cukup banyak peninggalan sejarah di Gunung Wilis. Namun selama ini keberadaannya belum banyak terpublikasi. Termasuk bukti-bukti peninggalan di lereng sebelah timur gunung. Masih menyisakan misteri.

Pemerhati sejarah dari Kediri, Achmad Zainal Fachris, menyebut, lereng timur Gunung Wilis erat kaitannya dengan Kerajaan Kadhiri. Meskipun selama ini dipastikan pusat pemerintahan kerajaan berada di timur Sungai Brantas, tetapi di lereng Wilis tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pemujaan dan pertapaan.

“Pada zaman Kerajaan Kadhiri, Wilis dulu dikenal untuk tempat ritual,” terang pria yang karib disapa Fachris itu.

Hal ini, menurutnya, disebut di kitab Tantu Panggelaran bersama delapan gunung suci lain di pulau Jawa. Selain itu, juga mengacu pada ketinggian gunung. Selama ini, masyarakat Jawa kuno–terutama yang menganut Hindu–percaya bahwa gunung merupakan tempat sakral yang dekat dengan Dewa. Terlebih Gunung Wilis ini masuk salah satu gunung yang dianggap suci.

ekspedisi gunung wilis

SEMANGAT: Tim saat melewati kawasan Alat Puspo. (M ARIF HANAFI - RadarKediri.JawaPos.com)

Fachris menyebut, kemungkinan besar Wilis dianggap sakral karena kedahsyatannya. Hal ini dilatarbelakangi rekam jejak gunung yang pernah meletus sebelum tahun 1.600-an itu. “Kalau gunung disakralkan, berarti masyarakat Jawa kuno melakukan ritual agar gunung tidak marah dan memakan banyak korban ketika meletus,” terangnya.

Dari sini, perihal Wilis menjadi tempat yang disakralkan tak lepas dari peninggalan-peninggalan yang ada. Salah satunya, temuan sejumlah prasasti yang erat kaitannya dengan peradaban masa Kerajaan Kadhiri.

Ketua Pelestari Sejarah dan Budaya Kadhiri Novi Bahrul Munib sekaligus Penggiat Budaya Kabupaten Kediri menyampaikan, sebenarnya lereng Wilis terdapat banyak peninggalan dari masa kerajaan. Seperti Gua Selomangleng dan Candi Klotok di Kediri, Candi Ngetos di Nganjuk, Candi Penampihan di Tulungagung, Candi Pandupragulopati di Banyakan, Situs Condrogeni dan Situs Plawangan di atas Sumber Podang, Joho, Semen. “Juga ada candi Omben Jago di perbatasan Kediri dan Tulungagung,” ungkapnya.

Itu sekaligus bukti adanya sejumlah pusat kerajaan yang tumbuh kembang di lembah sekitar Wilis. Seperti Kerajaan Wengker dan Kerajaan Glang-Glang yang pernah berkembang di barat Gunung Wilis. Juga Kerajaan Panjalu yang tersohor dengan ibu kota Daha di sebelah timur sekaligus Kerajaan Mdang di Watu Galuh yang terletak di timur laut Gunung Wilis.

Menurut Munib, potensi peninggalan purbakala di lereng Wilis masih banyak yang belum terpublikasi. Tidak seperti Gunung Arjuna dan Penanggungan yang telah lama diteliti. Zonasi kawasan Cagar Budaya pun dilakukan di sana.

“Diidentifikasi dari Prasasti Mula-Malurung, bahwa pernah pula berdiri Kerajaan Hring di daerah Nganjuk,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia