Kamis, 14 Nov 2019
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Mengupas Sejarah Kuno si Gunung Cantik (1)

Salah Satu Gunung Suci di Pulau Jawa

23 November 2018, 16: 34: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

ekspedisi wilis

JERNIH: Sungai di hutan Gunung Wilis. (M ARIF HANAFI - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

Minimnya data sejarah membuat Gunung Wilis masih menyisakan banyak misteri. Sebenarnya, sejak dulu gunung ini sudah dianggap sebagai gunung suci. Salah satu gunung yang disakralkan di tanah Jawa ini.

Sejauh ini memang tak banyak literatur yang membahas tentang sejarah di kawasan Gunung Wilis. Terutama sejarah di era kerajaan. Termasuk cerita sejarah yang berkembang di masyarakat. Setidaknya, temuan prasasti, struktur candi, juga peninggalan lain hingga kitab kuno yang ada bisa menjadi secuil bukti tentang gejolak peradaban masa lalu yang menyinggung gunung ini.

Menurut Ahli Sejarah Achmad Zainal Fachris, Gunung Wilis termasuk jajaran gunung suci di pulau Jawa. Hal ini jika dikaitkan pada salah satu kitab kuno. Kitab yang merujuk pada perjalanan masa Hindu-Budha di Nusantara. Khususnya di pulau Jawa.

“Gunung Wilis sempat disebut pada kitab Tantu Panggelaran,” kata Fachris saat ditanya apa saja bukti yang menyebut Wilis sebagai gunung penting di Pulau Jawa ini.

Pada kitab yang bertulis angka tahun 1557 saka, atau jika dikonversi ke masehi adalah 1635 M itu membahas peradaban manusia di pulau Jawa. Termasuk proses pembentukan Pulau Jawa itu sendiri. Meskipun jika ditelaah dan dinalar, isi kitab tersebut masuk pada kategori kosmologi. Namun setidaknya kitab itu menjadi penting untuk menambah wawasan. Dan salah satu bukti sejarah Gunung Wilis yang sangat jarang dibahas ini.

Kitab Tantu Panggelaran menyebut, pada mulanya pulau Jawa tidak berpenghuni. Karena pulau Jawa selalu bergoncang (seperti batu apung yang berguncang di atas permukaan air).

“Oleh karena itu, pulau Jawa membutuhkan gunung untuk menancapnya, sehingga tidak bergoncang lagi,” sambung guru sejarah MAN 2 Kota Kediri itu.

Gunung Wilis masuk dalam daftar dari sejumlah gunung yang dimaksud. Selain juga Gunung Mahameru (Semeru) sebagai gunung utama, juga Gunung Kamukus, Katong (Lawu), Kampud (Kelud), Pawitran (Penanggungan), Arjuna, dan Kawi.

“Setelah adanya gunung-gunung tersebut, keadaan pulau Jawa tidak bergoncang lagi,” jelas Fachris merujuk kitab tersebut.

Dari sini, menjadi bukti bahwa nama “Wilis” sudah digunakan sejak dulu. Yang diyakini merupakan rentetan guguran dari Sang Hyang Mahameru. Apabila dikaitkan dengan Mahameru, Gunung Wilis ini adalah gunung suci bagi umat Hindu. Kesucian tersebut dapat dilihat dari ditemukannya sejumlah bangunan-bangunan penting yang dianggap sakral. Baik yang masih utuh ataupun berupa reruntuhan yang ada di lereng-lerengnya.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia