Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Menguak Tabir Misteri si Gunung Air (4)

Endapan Vulkanis Tebal, Tanahnya Subur

21 November 2018, 18: 32: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

ekspedisi wilis

BELANTARA: Tim Jawa Pos Radar Kediri - Gudang Garam Ekspedisi Wilis 1 saat menjelajahi hutan Wilis. (M ARIF HANAFI - RadarKediri.JawaPos.com)

Kesuburan Gunung Wilis tidak pernah diragukan. Banyaknya air terjun di kawasan komplek Wilis bisa menjadi salah satu buktinya. Hingga akhirnya muncul sebutan Gunung Air. Sampai hutannya yang dikenal masih perawan.

“Selama ada hutan yang lebat, wajar saja banyak ditemukan sumber air,” terang Umar Rosadi. Pengamat gunung api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ini mengatakan sumber air itulah yang akhirnya memunculkan air terjun di sejumlah tempat.

Yang pasti, dari hasil penelitian geologi yang dilaksanakan sekitar 2007, diketahui tebalnya lapisan endapan hasil erupsi. Hal ini diduga karena erupsi yang terjadi cukup lama. Menyebabkan lapisan vulkanis yang menutup batuan sudah sangat tebal dan membuat kesuburan di kawasan komplek Wilis.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, di Wilis, diketahui pernah erupsi di empat titik. Waktu erupsi tidak diketahui, tetapi yang pasti, erupsi terjadi sebelum tahun 1600. Ada empat titik yang diketahui yaitu Gunung Ngargokalangan, Gunung Wilis Tua, Watubangil, dan Wilis Muda.

Pada penelitian yang dilakukan di pegunungan sisi selatan, tepatnya di Djatirejo, Trenggalek, ditemukan endapan yang merupakan hasil erupsi Gunung Wilis Tua dan Ngargokalangan. “Ada singkapan (bukaan lapisan tanah) yang sangat baik karena pelapukan yang sudah sangat tinggi dan tutupan vegetasi yang lebat,” terangnya.

Dari lapukan tersebut diperkirakan produk didominasi oleh endapan aliran piroklastika. Sebarannya diketahui menempati sektor barat laut dari titik Gunung Wilis Tua. Sebaran inilah diduga berasal dari bekas erupsi yang terjadi pada gunung api.

Penyebaran ini menurut Umar, juga terlihat dari temuan lainnya. Yaitu adanya penyebaran endapan aliran piroklastika yang berada di area timur laut dan sedikit di area selatan dari bekas erupsi Wilis Tua.

Pada daerah yang ditengarai berada di wilayah Tulungagung dan Trenggalek ini diketahui banyak ditemukan bongkahan lava andesitis yang berdiameter 5-30 sentimeter dari singkapan yang ditemukan sekitar 165 sentimeter. Singkapan ini tepatnya ditemukan di sekitar daerah Gondang, Trenggalek.

Temuan endapan lainnya yang membuktikan bahwa Wilis adalah gunung api dengan erupsi yang luar biasa adalah temuan bongkahan materi vulkanis yang berada di sepanjang tebing jalan Djatimalang-Kuntji yang terungkap singkapan-singkapan berdiameter 102 hingga 143 meter. Berwarna abu-abu terang, sangat kompak, dengan tekstur kasar. Singkapan ini tidak ditemukan dalam bagian utuh. Sehingga dipastikan kalau endapan ini adalah aliran lava.

Temuan lainnya adalah di area sekitar Gondanggunung, Tulungagung, yang merupakan lapukan berwarna cokelat kemerahan. Diyakini sebagai komponen bongkahan lava berdimater 1-39 sentimeter yang tertanam dalam massa dasar pasir kasar.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia