Senin, 16 Dec 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Taman Garuda Akan Selesai Akhir Desember

Omzet PKL Turun Drastis

21 November 2018, 18: 15: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

taman garuda pare

PROSES: Pekerja mulai memasang lokasi berjualan untuk PKL di Taman Garuda, Pare. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Para pedagang kaki lima (PKL) di Taman Garuda harus bersabar dulu. Sebab, di tempat penampungan sementara saat ini pengunjungnya menurun. Omzet mereka pun turun drastis.

Seperti yang dirasakan oleh Slamet, yang berjualan minuman, kemarin (20/11). Menurut Slamet, sewaktu menempati lokasi berjualan di dalam taman, ia mengaku banyak pelanggan.

“Dulunya ramai, sekarang ya seperti ini (sepi, Red),” ujarnya, kepada Jawa Pos Radar Kediri saat ditemui di warungnya sekitar pukul 14.30 WIB.

Hal serupa pun juga terjadi pada PKL lainnya di sana. Hanya satu dua pembeli saja yang mampir. Bahkan cenderung sepi pengunjung. Nyaris yang meramaikan dagangan di sana hanyalah pekerja yang menggarap pembangunan Taman Garuda. Itupun hanya saat istirahat kerja di siang hari.

Menurut pengakuan Slamet, sepinya pengunjung bisa terjadi karena beberapa faktor. Antara lain adalah sempitnya lokasi untuk parkir. Juga karena tenda berjualan yang seadanya.

Untuk parkir, nyaris hanya tersisa sekitar satu meter dari aspal Jalan RA Kartini, Desa Pelem, Pare. Sedangkan untuk tenda berjualan, terbuat dari rangka bambu beratap terpal. Para PKL sendiri yang membangun tenda berjualan sementara tersebut. Panjangnya lokasi berjualan sementara tersebut sekitar 50 meter.

Sepinya pembeli otomatis berpengaruh terhadap pendapatan per hari Slamet. Jika dulunya ia bisa meraup pendapatan kotor sekitar Rp 200 ribu per hari, kini berkurang jauh. “Kadang sehari tidak sampai Rp 20 ribu,” aku pria yang telah berjualan di taman tersebut sejak satu tahun terakhir itu.

Menurutnya, PKL lainnya di sana juga mengalami penurunan pendapatan. Sama seperti dirinya. Bahkan beberapa warung yang berjualan makanan ada yang memilih libur berjualan dulu.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa ada 12 PKL yang telah berjualan di taman tersebut. Namun hanya sekitar 10 PKL yang memilih tetap berjualan sementara di sana. Itupun masih ada beberapa warung yang tutup atau tidak berjualan.

Meskipun begitu, Slamet berusaha tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia justru memaknai dalam jangka waktu pembangunan selama tiga bulan tersebut sebagai masa tirakat.

“Disyukuri saja ramai atau sepinya. Toh, nantinya juga tamannya jadi lebih bagus lagi. Semoga nanti bisa mendatangkan lebih banyak pengunjung lagi,” harap pria yang tinggal di Desa Puhjarak, Plemahan tersebut.

Sementara itu, proyek pembangunan Taman Garuda dijadwalkan selesai pada 23 Desember 2018. Area PKL berjualan nantinya akan berstatus semi-permanen. Yaitu dengan rangka tiang penyangga yang terbuat dari bahan galvanis. Sedangkan untuk rangka atap menggunakan material besi hollow (batangan besi yang berbentuk kotak).

Area kuliner tersebut dibagi menjadi dua. Saling berhadapan utara-selatan. Masing-masing sisi memiliki sembilan los atau lapak yang disediakan. “Sehingga totalnya ada 18 los atau lapak,” ujar Pembantu Pelaksana Proyek Wawan kepada koran ini.

Untuk diketauhi, luas area tersebut masing-masing sekitar 6 x 27 meter persegi. Sehingga setiap los atau lapak di sana memiliki lebar sekitar tiga meter. Nantinya PKL yang berhak menempati lokasi tersebut tidak akan dipungut biaya.

PKL Taman Garuda

Total PKL semula                                                          12

PKL yang menempati lokasi sementara                           10

Los atau lapak yang disediakan                                     18

Macam dagangan PKL Taman Garuda

·        Kopi

·        Aneka minuman dingin (saset)

·        Nasi pecel

·        Nasi/mie goreng

·        Lalapan

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia