Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Harga Minyak Curah Turun, Ini Harganya

21 November 2018, 18: 10: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

pasar setonobetek

STOK MELIMPAH: Pedagang minyak goreng curah di Pasar Setonobetek saat melayani pembeli. (RAMONA VALENTIN - Radar Kediri. JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KEDIRI - Harga minyak goreng curah terus mengalami penurunan sejak lima hari lalu. Besarannya sekitar Rp 100  per kilogram untuk sekali turun. Diduga, turunnya harga karena stok minyak yang melimpah.

Ridwan Indrajid, salah satu pemilik toko pracangan di Pasar Setonobetek mengakui penurunan harga terjadi secara bertahap. “Dari Rp 100 hingga Rp 300 secara bertahap,” ungkapnya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri.

Indra mengakui tidak tahu penyebab menurunnya harga minyak curah. Penurunan harga tersebut sudah dari tangan pemasok. Saat ditanya apakah stok minyak curah cukup melimpah, laki-laki 25 tahuh ini hanya menganggukkan kepala. “Mungkin,” ucapnya.

Indra mengakui bila selama satu bulan ini ia mengamati kalau banyak yang membeli minyak gorang kemasan refill daripada minyak curah. “Cukup kelihatan perubahannya daripada beli yang kemasan refill,” ujarnya sambil mengemas minyak curah.

Saat ini, harga minyak curah per kilogram sebesar Rp 10 ribu. Sedangkan kemasan refil per liter sekitar Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu sesuai merk dari minyak kemasan refil tersebut.

Tidak hanya Indra, Kasmuning juga mengakui adanya kenaikan tersebut. “Masih banyak stok minyak curahku, biasanya tidak sampai seminggu sudah dipasok lagi sama pemasok,” paparnya.

Perempuan 57 tahun ini juga menjelasan bila sebagian besar pelanggannya mulai beralih pada minyak kemasan refil. Ning mengakui bila walaupun banyak yang pindah pada minyak kemasan refil.

Tidak banyak konsumen yang benar-benar mengetahui kualitas dari minyak kemasan refil yang tersedia berbagai merek. Penurunan harga Rp 300 per kilogram hingga kemarin (20/11). Masih belum diketahui penyebabnya. Harga tersebut sudah tertera dari pemasok minyak curah. Diakuinya bila stok minyak curah jarang mengalami kelangkaan, justru saat ini peminatnya tidak sebanyak bulan sebelumnya.

Sementara itu, Ellyn T. Brahmana, kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mengakui adanya perubahan. “Masyarakat semakin paham. Tidak hanya dari pemilihan bahan bakar minyak (BBM). Melainkan juga pada pemilihan bahan pangan seperti minyak,” tuturnya. Ia menjelaskan bila masyarakat mulai beralih karena mempertimbangkan kualitas hingga kesehatan.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia