Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Features
Malaysia yang Kian Kosmopolitan (1)

Penjara Berhantu pun Jadi Pusat Bisnis Mewah

20 November 2018, 14: 08: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

proyek malaysia

TUMBUH: Proyek BBCC di Jalan Hang Tuah, Malaysia saat malam hari. (ADI NUGROHO - RadarKediri.JawaPos.com)

Pengantar redaksi: Beberapa waktu lalu, wartawan Jawa Pos Radar Kediri Adi Nugroho mengunjungi Malaysia. Berikut catatannya.

Greeek...greek...duak..dang..duak..dang..duak..dang!

Deru mesin ‘menggoyangkan’ sisa aspal di bornya menyambut kedatangan kami di Hotel Furama, Bukit Bintang, Selasa (13/11). Bising memang. Apalagi suaranya terdengar sampai lobi. Jangankan terganggu, sejumlah wisatawan mendekat dan mengabadikan momen di Jalan Changkat Thambi Dollah itu. Hiburan gratis.

Saya pun tertarik dan melihat. Beberapa alat berat sedang dioperasikan secara bersamaan. Pekerja dengan rompi kuning dan oranye terlihat sibuk. Meski beranjak gelap dan hujan, tak ada tanda-tanda mereka akan berhenti segera.

Awalnya, saya menduga itu hanya ada di depan hotel. Namun ketika naik ke lantai 25, di luar tampak pula crane-crane besar berada di atas bangunan tinggi yang belum jadi. Ada yang berwarna hijau, kuning, jingga, banyak sekali. Di tempat yang dekat maupun jauh. Di jendela depan hotel maupun yang menghadap belakangnya. Sepertinya kota ini memang sedang membangun. Sedang tumbuh.

tun razak tower

MAKIN PADAT: Pembangunan di sekitar Tun Razak Exchange Tower. (ADI NUGROHO - RadarKediri.JawaPos.com)

Dari informasi yang saya dapat, salah satu proyek terbesar di Malaysia adalah Bukit Bintang City Centre (BBCC). Semacam pusat bisnis dan hunian baru yang sudah diinisiasi sejak 2016 lalu. Lokasinya di Jalan Hang Tuah. Hanya sekitar 5 menit berjalan kaki dari hotel. Pembangunan di Jalan Changkat pun merupakan bagian dari proyek ini.

Ditargetkan selesai setahun ke depan, proyek BBCC memakan lahan cukup luas. Dengan satu menara ikonik setinggi 80 lantai, hotel, mal, dan lima gedung untuk hunian (residential). Total 78 ribu meter persegi (19,4 acre) lahan bakal diubah menjadi pusat bisnis megah. Lokasinya sangat strategis. Tepat di tengah kawasan Segitiga Emas Kuala Lumpur (Golden Triangle KL).

Serupa dengan proyek lain yang biasanya menggunakan ‘lahan bekas’, proyek dengan tag line ‘Where Life is Spectacular’ ini juga memanfaatkan lahan gusuran. Ada bangunan yang sempat berdiri di sana.

Menariknya, bangunan itu dan ceritanya-lah yang menurut penduduk setempat justru membuat bergidik. Kurang cocok dijadikan tempat tinggal atau pusat perbelanjaan.   

Ya, lahan proyek BBCC awalnya merupakan bangunan penjara. Orang menyebutnya Pudu Prison. Bukan penjara biasa, melainkan penjara ekstraketat yang khusus dijadikan lokasi hukuman terpidana mati. “Kalau ada yang dihukum mati, pasti dieksekusi di situ,” ujar Ismael, 25, warga Malaysia yang saya temui.

Tak hanya soal hukuman mati, pria asli Selangor ini mengatakan bahwa penjara yang dibangun di akhir abad ke-19 ini juga dikenal dengan bangunan berhantu. Banyak cerita seram di sana.

Bahkan sebelum benar-benar dirobohkan pada 2012 lalu, ada satu film horor yang mengambil setting di penjara yang memiliki bangsal-bangsal sempit dengan jendela seukuran kotak sepatu ini.

Kesan horor pun makin terasa jika menilik sejarah dibangunnya penjara. Kabarnya, lokasi penjara yang bangunannya dari atas mirip huruf X ini merupakan tempat pemakaman Tiongkok. “Ngeri juga,” sambung Ismael. 

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia