Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Minta Warga Melapor bila Tahu Pohon Lapuk

20 November 2018, 10: 59: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

bencana

CEK LOKASI: BPBD Kabupaten Kediri saat melihat efek angin puting beliung. (BPBD Kabupaten Kediri For RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Musim hujan baru awal. Curah hujan pun belum tinggi-tingginya. Namun wilayah Kabupaten Kediri sudah dua kali diterpa bencana yang sering menyertai musim hujan ini. Angin ribut. Korban nyawa pun sudah jatuh.

Dengan dua kejadian tersebut, mitigasi bencana menjadi faktor penting. Yaitu untuk dapat menanggulangi atau meminimalisasi korban nyawa maupun material.

“Mitigasi bencana adalah upaya untuk mengurangi risiko bencana,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Randy Agatha Sakaira kemarin.

Mitigasi bencana tersebut baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Dalam melakukan tindakan mitigasi bencana, langkah awal adalah melakukan kajian risiko bencana terhadap daerah tersebut.

Dalam menghitung risiko bencana, ada beberapa poin yang harus diperhatikan. Antara lain potensi bahaya dan kerentanan.

Untuk bencana angin kencang, wilayah utara Kabupaten Kediri lebih berpotensi terdampak. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan angin kencang dapat terjadi di hampir semua wilayah Kabupaten Kediri. Seperti halnya yang terjadi di Plosoklaten dan Wates.

Menurut Randy, pihaknya telah melakukan beberapa kali pelatihan dan pengenalan bencana. Selain itu, pihaknya juga mendorong adanya kerjasama antara warga dengan pihak BPBD. Seperti halnya jika adanya potensi pohon tua yang sudah lapuk. Ia berharap, sebelum ada kejadian pohon roboh, warga sudah melaporkan sehingga pihaknya bisa mengambil tindakan.

“Dengan warga melapor jauh-jauh hari, bencana pohon roboh pasti akan dapat diminimalisasi. Jangan hanya ketika roboh baru lapor,” imbuhnya.

Pasalnya, dengan adanya laporan sebelum kejadian, pihaknya dapat melakukan antisipasi. Sehingga suatu saat ada angin kencang terjadi potensi kerusakan dan kerugian pun dapat dikurangi.

Untuk bencana angin kencang di Kecamatan Plosoklaten dan Wates dua hari lalu sebenarnya tidak separah di Kunjang. Meskipun begitu, akibat bencana ini sempat terjadi pohon roboh yang menimpa satu mobil. Akibatnya seorang penumpang mobil berjenis Daihatsu Terios warna silver dengan nomor polisi AG 1455 HA itu meninggal dunia. Yaitu Jepri Alfian Kurniawan, 16, warga Jalan Dr Wahidin, Desa/Kecamatan Gurah. Sedangkan sang ayah Soejoko, 51, hanya mengalami luka lecet di kaki dan tangannya.

Terkait santunan, Randy mengaku pihaknya belum menganggarkan untuk hal itu. Namun, pihaknya langsung melakukan evakuasi dan pembersihan akibat pohon roboh tersebut. Salah satu tindakan petugas adalah dengan menggergaji pohon tumbang tersebut.

Selain pohon, angin kencang tersebut juga merobohkan tower komunikasi di kantor kecamatan Plosoklaten dan Wates. “Mulai hari ini sudah dilakukan perbaikan oleh pihak penyedia,” ujar Plt Dinas Kominfo Krisna Setiawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, November ini Kabupaten Kediri dua kali diterpa angin kencang. Pertama melanda beberapa wilayah Kecamatan Kunjang. Yang terakhir, angin kencang menerpa wilayah Kecamatan Plosoklaten dan Wates, Minggu (18/11).  

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia