Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Rp 10 M untuk Akses ke Jembatan Wijayakusuma

Jalan Sisi Timur Mulai Pemadatan

18 November 2018, 12: 15: 21 WIB | editor : Adi Nugroho

jembatan wijayakusuma

PEMADATAN: Pengendara melintas di sekitar proyek pemadatan material jalan dengan vibro roller di Desa Banggle, Ngadiluwih (16/11). (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN- Proyek pengerjaan jalan menuju Jembatan Wijayakusuma di Desa Banggle, Ngadiluwih, mulai bergulir. Proyek yang dibiayai dana dari APBN itu rencananya akan kelar pada akhir tahun ini. Total anggaran yang dikucurkan cukup besar. Mencapai Rp 10 miliar.

“Targetnya bisa diselesaikan paling lama tanggal 31 Desember 2018,” ujar Konsultan Supervisi Ashadi, kepada Jawa Pos Radar Kediri. Ashadi ditemui saat berada di kantor Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Jawa Timur di Jalan Jaksa Agung Suprapto 43 Kota Kediri kemarin.

Proyek jalan raya tersebut merupakan proyek dari Pemerintah Pusat. Selain pembuatan jalan, proyek tersebut termasuk pembangunan tanggul penahan tanah (TPT).

Panjang jalan nantinya mencapai hampir 2 kilometer. Berawal dari oprit sisi timur Jembatan Wijayakusuma hingga mencapai Jalan Raya Ngadiluwih – Kras. Karena langsung menyambung dengan jalan trans-nasional, maka jalan baru tersebut juga memiliki kelas yang sama.

Lebar jalan pun cukup untuk kendaraan besar. Rencananya lebarnya akan mencapai 7,5 meter. Sedangkan rata-rata lebar bodi bus atau truk sekitar 2,5 meter saja. Lebar itu sama mulai dari sisi yang bersentuhan dengan Jalan Raya Kediri-Tulungagung hingga ke jembatan. “Kecuali di sekitar perlintasan kereta api kemungkinan akan menyempit,” ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan, sepanjang sekitar 400 meter telah dilakukan pringkut (penyiraman aspal cair). Yaitu mulai oprit Jembatan Wijayakusuma ke timur sejauh  400-an meter. Namun hal itu dilakukan hanya untuk merekatkan lapisan jalan saja. Belum bisa untuk dilalui kendaraan bermotor.

Berbeda dengan sisi barat Jembatan Wijayakusuma yang sudah memiliki median, sisi timur tidak menggunakan median. Menurut penuturan Ashadi, adanya median dikhawatirkan justru akan membahayakan pengguna jalan. “Selain itu juga akan memakan tempat. Malah bahaya kalau tidak ada bahu jalan,” bebernya.

Selain itu, di sana juga sedang dilakukan levelling atau perataan material jalan yang nantinya akan diaspal. Alat berat pun bolak-balik melintas untuk meratakan jalan.

Selanjutnya yang dikerjakan petugas di lapangan adalah melakukan pemadatan material tersebut. Alat berat yang digunakan adalah vibro roller. Fungsinya untuk memadatkan material jalan. Sama seperti tahap perataan, vibro roller pun bolak-balik untuk memastikan material telah padat.

Menurut Ashadi, pembangunan jalan tersebut akan mempermudah akses warga. Yaitu untuk menuju wilayah barat dan timur sungai. Lebih lanjut, pihaknya berharap proyek ini dapat mendukung berbagai sektor lainnya. “Perekonomian warga bisa semakin berkembang lagi. Soalnya kan rencana juga akan ada jalur Lingkar Wilis,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kediri Krisna Setiawan. Pemkab berharap dengan adanya jalan tersebut dapat meningkatkan berbagai sektor di barat sungai.

Selain sektor ekonomi, ia juga menyoroti potensi kemudahan sektor kesehatan dan pendidikan. “Nantinya warga yang akan berobat di RSUD SLG juga akan lebih dimudahkan dengan adanya akses tersebut. Terlebih, mereka tidak perlu jauh-jauh menuju RSUD Pare,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia