Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi
Pasar Setonobetek

Hanya Hak Pakai, Bukan Hak Milik

Pedagang Tak Boleh Sewakan Lapak

16 November 2018, 18: 42: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

HAK PAKAI: Seorang pedagang pracangan Setonobetek tengah melayani pembeli kemarin.

HAK PAKAI: Seorang pedagang pracangan Setonobetek tengah melayani pembeli kemarin. (M. DIDIN SAPUTRO - RADARKEDIRI.JAWAPOS.COM)

KEDIRI KOTA - Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jayabaya Kota Kediri me-warning para pedagang. Mereka harus menaati peraturan tentang hak pemakaian lapak. Bila menyalahi aturan, PD Pasar akan memberi sanksi. Mulai dari pencabutan hak pakai hingga tindakan hukum.

“Pihak PD Pasar telah mengeluarkan surat edaran berupa aturan untuk pedagang,” sebut Koordinator Pasar Setonobetek Zahinar Dian.

Surat edaran tersebut terkait peraturan di pasar. Terutama untuk pedagang di gedung baru Blok A. Poinnya mulai terkait kepemilikan kios hingga aturan pemanfaatan. Total ada 12 poin dalam peraturan tersebut. Yang paling ditekankan adalah hak pedagang terhadap kios. Dalam aturan itu disebutkan bahwa kepemilikannya adalah hak pakai, bukan hak milik. Itu dibuktikan dengan buku hak pakai. Karena itu lapak jualan tidak boleh dipindahtangankan. Termasuk menyewakan kios atau los ke pihak lain.

“Dulu saja minta, tapi setelah diberi terus disewakan. Ya jangan sampai seperti itu,” tegas Dian

Selanjutnya, sesuai aturan sebelumnya, pemilik kios tidak boleh mengubah bentuk. Tidak boleh menambah. Menurutnya, karena ini masih bangunan baru maka dibiarkan saja apa adanya seperti saat ini.

Dian mengatakan, meskipun sudah diedarkan tiga hari lalu, belum semua pedagang mendapatnya. “Karena ada beberapa pedagang selama ini yang masih belum berjualan. Kalau bisa segera ditempati biar pasar bisa semakin ramai,” tambahnya.

Sementara itu, peraturan lain dalam edaran itu adalah pedagang tidak boleh atau dilarang mengubah, menambah bentuk bangunan, memperluas tempat usaha termasuk fungsinya. “Pedagang juga tidak boleh bertempat tinggal atau menginap di tempat usaha di luar waktu kegiatan pasar,” sambungnya.

Surat edaran itu menegaskan, pedagang dilarang menempatkan barang-barang dagangannya di luar tempat usaha. Sebab, dapat mengganggu ketertiban dan arus pengunjung pasar. Pedagang juga tidak boleh mengganti jenis jualan yang sudah ditentukan sesuai zonasi. Termasuk menjual atau menyimpan barang yang mudah terbakar. Seperti minyak tanah, bensin, pelumas, dan sejenisnya.

“Juga tidak boleh menjual dan menyimpan barang yang secara hukum dilarang untuk diperjualbelikan,” tambahnya.

Apabila pedagang tidak menaati peraturan itu, secara tegas PD Pasar berhak mengambil hak pemakaian kios maupun los pedagang. Dan apabila diperlukan, PD Pasar juga bisa menindak sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Purno, salah seorang pedagang Blok A sangat setuju dengan edaran yang diberikan. Hal ini menurutnya agar seluruh pedagang bisa tertib dan tidak seenaknya sendiri.

Untuk diketahui, surat edaran ini selain ditandatangani oleh Saiful Yazin selaku Pjs Direktur Utama PD Pasar, juga disetujui oleh Bagus Alit sebagai Badan Pengawas.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia