Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Features
Kreator Alat Akselator Percambahan Biji Cabai

Manfaatkan Jeriken demi Tekan Dormansi

Mohammad Ansori

15 November 2018, 18: 55: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

IDE KREATIF: Mohammad Ansori menunjukkan peralatan pembenihan cabai buatannya.

IDE KREATIF: Mohammad Ansori menunjukkan peralatan pembenihan cabai buatannya. (HABIBAH A. MUKTIARA - RADARKEDIRI.JAWAPOS.COM)

Lahir dari keluarga petani membuat lelaki ini hafal keluh kesah petani cabai. Tak hanya soal rentannya harga cabai mengalami fluktuasi. Tapi juga kegagalan saat pembenihan.

HABIBAH A. MUKTIARA

Suatu saat, harga cabai bisa berada pada titik yang sangat mahal. Itu terjadi ketika permintaan pada komoditas pertanian tersebut mengalami peningkatan. Tingginya permintaan itu bisa terjadi karena saat ini cabai dimanfaatkan berbagai kebutuhan. Baik sebagai bahan makanan atau pengobatan.

Meningkatnya permintaan cabai itu justru membuat para petani mendapatkan ‘pekerjaan’ tambahan. Yaitu melakukan usaha pembenihan cabai. Karena seiring tingginya permintaan cabai, kebutuhan benih juga semakin besar.

“Namun dalam usaha tersebut petani (banyak) mengalami kendala,” terang Mohammad Ansori, yang juga seorang guru di MI Darussalam Plosoklaten ini.

Penyebabnya adalah cabai memiliki dormansi yang tinggi. Dormansi adalah saat cabai gagal tumbuh. Saat benih gagal menumbuhkan radikula meskipun telah dierami selama beberapa hari. Untuk proses penyemaian benih cabai, memang perlu melakukan pengeraman selama enam hari.

Padahal, petani sering membeli benih dengan harga yang mahal. Ketika gagal berkecambah tentu menjadi satu kerugian.

Fenomena itulah yang membuat Ansori berpikir keras. Bagaimana agar bisa memperkecil potensi terjadinya dormansi. Ternyata, dari hasil penelitiannya, penyebab dormansi adalah suhu.

Ansori pun melakukan terobosan. Dengan membuat alat yang mampu mempertahankan suhu saat proses penyemaian. Alat ini mampu membuat suhu di dalam tabung stabil di kisaran 25 hingga 26 derajat Celsius. Suhu maksimal yang membuat cabai membuka dormansinya.

Alat tersebut sangat sederhana. Terbuat dari jeriken plastik. Jeriken plastik dipilih karena suhu bisa bertahan lama. Jeriken itu kemudian dipasangi bola lampu dan dilubangi di bagian sisi lebarnya.

Setelah itu jeriken dihubungkan dengan mesin lainnya, adaptor. Di mesin ini ada alat termorstar digital. “Ini digunakan untuk pengukuran suhu di dalam jeriken ,” tutur Mohamad Ansori.

Dalam membuat alat akselelator perkecambahan itu dia dibantu oleh dua orang guru SMK Plosoklaten. Nur Fauziah dan Puji Astutik. Pembuatannya pun tak perlu memakan waktu lama. Hanya beberapa hari saja. Namun, manfaatnya sangat bagus. Dengan menggunakan alat ini tingkat kegagalan perkecambahan bisa ditekan semaksimal mungkin. Benih bisa lebih cepat berkecambah.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia