Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Malu bila Anaknya Akan Cacat

Tersangka Berstatus Nikah Siri

14 November 2018, 14: 42: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

TEGA: Tersangka pembuang bayi, Maya Iranawati, berjalan dikawal polwan usai mengikuti rilis kasusnya di Polres Kediri kemarin.

TEGA: Tersangka pembuang bayi, Maya Iranawati, berjalan dikawal polwan usai mengikuti rilis kasusnya di Polres Kediri kemarin. (HABIBAH A MUKTIARA – RadarKediri.JawaPos.com / ILUSTRASI: AFRIZAL SYAIFUL)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Rasa malu yang bertumpuk-tumpuk. Serta kekhawatiran berlebihan anaknya hidup dengan kecacatan. Situasi seperti itulah yang mendorong Maya Iranawati, 34, bermata gelap. Wanita yang beralamat di Dusun Katang, Desa Sukorejo, Ngasem, itu membuang bayinya. Meskipun kondisi bayi saat itu masih dalam keadaan hidup.

“Saya malu bila nanti anak saya akan cacat,” dalihnya.

Ketakutan bahwa anaknya akan hidup cacat itu bukan tanpa sebab. Dari pengakuannya, dia diberitahu bahwa bayinya memiliki kelainan. Penyebabnya adalah proses kelahirannya yang prematur. Bobotnya pun saat itu hanya 2 kilogram.

Bukan itu saja yang membuatnya tega membuang bayi darah dagingnya sendiri. Wanita yang bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) itu status pernikahannya juga belum  resmi. Hanya sebagai istri siri. Walaupun dia tinggal di Kediri, sang suami sirinya berada di Surabaya.

“Alasan dia membuang bayinya karena merasa malu. Sebab dia merupakan seorang janda dan menikah secara siri,” urai Wakapolresta Kediri Kompol I Made Danu Wardana, yang memimpin langsung rilis kasus tersebut kemarin.

Sebelum menikah secara siri, Maya pernah menikah. Namun pernikahannya itu berakhir dengan perceraian. Dari pernikahannya yang pertama itu dia dikaruniai dua orang anak.

Lalu, mengapa memilih membuang di dekat salah satu rumah di Jalan Gereja, Desa Sambirejo, Pare? Maya mengaku hanya berdasarkan naluri saja. Apalagi, saat itu kondisi di perkampungan itu dalam keadaan sepi.  

Diberitakan sebelumnya, Maya membuang bayi yang baru dia lahirkan di dekat rumah warga di Jalan Gereja, Desa Sambirejo, Pare. Tindakan itu dilakukannya Rabu (7/11) sekitar pukul 21.00. Bayi itu kemudian ditemukan warga Kamis pagi, pukul 05.30.

Sebelum membuang, Maya memasukkan bayinya ke dalam kardus. Disertai perlengkapan bayi. Kardus itu dilubangi terlebih dulu untuk sirkulasi udara. “Selanjutnya kardus tersebut ditutup menggunakan lakban,” imbuh Danu.

Kemudian, Maya membawa kardus berisi bayi itu dengan motornya. Ditempatkan dijok belakang. Dengan diikat menggunakan rafia. Kendaraan yang digunakan adalah motor Honda Spacy bernopol AG 4172 OF. Sejak awal hingga membuangnya, Maya melakukannya seorang diri.

Ketika dikorek tentang suami sirinya, Maya memilih bungkam. Ia hanya mengatakan bahwa suami sirinya tak tahu soal tindakannya itu.

“Setelah bayi ditemukan kami langsung melakukan tindakan-tindakan medis. Dan kami titipkan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Kediri,” ungkap Kasatreskrim Polres Kediri AKP Hanif Fatih Wicaksono.

Mengenai nasib bayi itu, Hanif mengatakan nantinya akan dikembalikan kepada keluarganya. “Karena keluarga menghendaki, jadi bayi tersebut (akan) dikembalikan. Lain cerita jika tidak (diminta), maka bayi tersebut akan diberikan ke dinas sosial,” imbuhnya.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Kediri. Akibat perbuatannya itu Maya melanggar pasal 76B UU Nomor 35/2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlidungan Anak. “Ancaman pidana paling lama lima tahun penjara. Dengan denda paling banyak Rp 100 Juta,” terang Hanif.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia