Rabu, 22 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi
Beras Penyumbang Angka Inflasi

Harga Naik, Pasokan Aman

12 November 2018, 19: 29: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

MAHAL: Kasmuning melayani pembeli beras di kiosnya, di Pasar Setonobetek.

MAHAL: Kasmuning melayani pembeli beras di kiosnya, di Pasar Setonobetek. (RAMONA VALENTIN – RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KOTA - Naiknya angka inflasi, baik di Kota Kediri maupun nasional, tak terlepas dari perkembangan pada harga bahan makanan pokok masyarakat, beras. Sebab, komoditas pertanian itu mengalami kenaikan yang rutin dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan itu memang tidak besar. Berkisar Rp 200 hingga Rp 500 per kilogramnya. Berbeda tergantung jenis dan mereknya. Namun, tetap saja kenaikan itu memicu pergerakan inflasi.

“Kenaikan (harga beras) sebesar 0,207 persen sudah cukup memberi andil besar (pada tingkat inflasi,” terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Ellyn T. Brahmana.

Selama ini beras merupakan bahan pokok yang rutin menjadi penyumbang kenaikan angka inflasi. Menurut Ellyn, kenaikan itu kebanyakan terjadi di kelas premium. Walaupun tidak banyak kenaikan harga beras berpengaruh karena merupakan bahan pangan utama. Yang selalu masuk dalam sepuluh besar penyumbang inflasi.

Dampak kenaikannya juga besar. Karena bisa berpengaruh terhadap konsumsi masyarakat serta harga makanan matang. Namun, dia mengingatkan agar masyarakat tak perlu panik. “Tidak perlu menimbun. Kita belanjakan saja uangnya sesuai kebutuhan,” sarannya.

Di pasaran, kenaikan harga komoditas tersebut dibenarkan oleh Kasmuning, 54,  pedagang beras di Pasar Setonobetek. “(Harga beras) naik. Awalnya dulu bramo. Sekarang beras bengawan dan IR 64 juga naik. Yang lainnya kurang tahu” terangnya.

Menurutnya, kenaikan itu diawali naiknya harga beras bramo senilai Rp 200 per kilogram. Harga ini kemudian disusul jenis lain. Kenaikan harganya berkisar Rp 200 sampai Rp 500. Kenaikan ini menurut Ning dari pemasok beras.

Untuk saat ini, pasokan beras masih aman. Namun saat tidak musim panen berpotensi kekurangan stok. Hingga saat ini harga beras kisaran Rp 9 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram. Bergantung pada jenis dan mereknya.

Wanita itu mengakui bila kenaikan tersebut tetap terasa. Terutama saat konsumen membeli dalam jumlah banyak. Untuk beras kemasan 5 kilogram juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp 50. 500 menjadi Rp 51.500.

Kasmuning menceritakan, tidak jarang konsumen mengeluhkan dan menyalahkan pedagang. “Ya tetap beli beras karena butuh. Tapi ya kadang ngomel,” imbuhnya.

Sementara itu, Deny Kurniawan, wakil kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Kediri membenarkan kalau saat ini harga beras mulai merangkak naik. “Beras memang sudah naik, tapi sebagian (merek). Tidak semua beras,” paparnya. Terkait stok beras, laki-laki kelahiran Lumajang ini mengaku stabil dan terkendali.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia