Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

CPNS Kediri: TKP Sandungan Terbesar

Jumat, 09 Nov 2018 11:50 | editor : Adi Nugroho

cpns kediri

BERJUANG: Petugas menolong peserta tes yang keseleo di lokasi tes. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Banyak peserta yang gagal mencapai passing grade dalam ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) di seleksi CPNS kali ini. Salah satu yang menjadi momok peserta adalah tes karakteristik pribadi (TKP). Pada kategori tersebut banyak peserta yang tidak bisa melampaui patokan nilai minimal yang ditetapkan.

          Nilai passing grade untuk TKP adalah 143 poin. Nilai tersebut adalah yang paling tinggi dibanding dua kategori tes lainnya. Untuk tes intelegensi umum (TIU) passing grade yang ditetapkan adalah 80 poin. Sedangkan untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) adalah 75 poin.

          Perbedaan yang cukup jauh itulah yang dikeluhkan oleh banyak peserta. Mereka menganggap nilai passing grade untuk TKP terlalu tinggi. Seperti yang dikatakan oleh Dewi Setyoningrum, 23, asal Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret, Nganjuk. “Jika melihat passing grade tes lainnya, memang terlalu jauh bedanya,” keluhnya.

          Dewi mengaku dengan passing grade tersebut ia menjadi gagal lolos. Padahal nilai untuk tes lainnya bisa melampaui passing grade. Bahkan relatif tinggi. Begitu juga dengan nilai total untuk ketiga tes tersebut. Ia mendapatkan nilai total 330 poin.

Untuk nilai TIU dan TWK, ia mendapatkan nilai sebesar 95 poin. Melebihi nilai passing grade yang ditetapkan. Namun, ia gagal memenuhi passing grade pada kategori TKP. Ia mendapatkan nilai 130, kuran 13 poin dari yang seharusnya.

Kesulitan menjawab soal TKP diakuinya karena beberapa faktor. Selain karena waktu yang sedikit, semua jawaban pun hampir mirip. Alhasil, ia menjadi bingung untuk menjawabnya. “Jawabannya hampir mirip. Terkadang apa yang sesuai hati nurani kita tidak sesuai dengan poin tertingginya,” akunya.

Lebih lanjut, meskipun memiliki jawaban yang hampir mirip, nilai masing-masing pilihan tidaklah sama. Rentang skornya antara 1 – 5 poin. Meskipun tidak memiliki jawaban salah, pada TKP banyak peserta yang gagal. “Selain itu, waktu untuk membaca soalnya juga memakan waktu,” tambahnya.

Surya Kusumaning Desiani, 22, asal Desa Pelem, Kertosono, Nganjuk pun mengamini pendapat tersebut. Ia juga merasakan bahwa banyak jawaban di soal TKP yang menjebak. “Semuanya benar jawabannya, tapi ada yang nilainya rendah,” ujarnya.

Tak hanya itu, penempatan soal TKP pada urutan terakhir juga membuatnya sudah kehabisan energi terlebih dahulu. Selain itu, ia juga menyoroti panjangnya soal cerita yang diberikan.

Sama seperti Dewi, ia juga menganggap passing grade TKP relatif tinggi. Ia juga menilai, jarak antara TKP dan kedua tes lainnya terlalu jauh. Alhasil, ia pun gagal lolos karena terganjal di TKP.

Untuk kategori TIU dan TWK ia mendapatkan nilai 80 poin. Mencukupi passing grade yang ada. Sedangkan nilai TKP Dewi sendiri mencapai 125 poin. Namun, karena passing grade yang ditetapkan adalah 143 poin, ia pun gagal untuk lolos passing grade.

Untuk diketahui, Kabupaten Nganjuk kemarin telah melaksanakan tes SKD hari kedua. Dijadwalkan, tes untuk Kabupaten Nganjuk akan memakan waktu empat hari. Yaitu berlangsung hingga dari Selasa hingga Jumat (8/11).

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia