Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

CPNS Kediri: Usul SKD Jadi 120

Rabu, 07 Nov 2018 17:26 | editor : Adi Nugroho

cpns

LIHAT HASIL: Peserta tes CPNS di Kediri. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN- Kepala badan kepagawaian daerah (BKD) di Jawa Timur telah mengadakan rapat bersama pada Senin (5/11). Hasilnya, beberapa poin ditelurkan. Salah satunya usulan untuk menurunkan passing grade dalam ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) seleksi CPNS.

          Usulan menurunkan nilai passing grade tersebut didasarkan pada fakta di lapangan. Yaitu terkait banyaknya peserta yang gagal mencapai standar yang ditentukan. Usulan tersebut ditujukan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

          Meskipun begitu, tidak semua passing grade untuk ketiga kategori ujian SKD diusulkan untuk diturunkan. “Hanya untuk passing grade tes karakteristik pribadi (TKP) saja. Yaitu diturunkan menjadi 120 poin,” ujar Plt Kepala BKD Kabupaten Kediri Sukadi kepada Jawa Pos Radar Kediri.

          Sejatinya ada empat alternatif usulan yang dikirimkan kepada Menpan-RB. Salah satunya yaitu penurunan passing grade TKP menjadi 120 poin tersebut.

          Atas dikirimkannya surat usulan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kanreg II Surabaya, Sukadi pun menyambut baik. Menurutnya, hal itu sesuai dengan usulan yang diharapkan oleh Pemkab Kediri.

          “Pada prinsipnya kami setuju saja. Yang penting tidak melanggar aturan dan menjunjung azas keadilan,” terangnya. Lebih lanjut, ia berharap dengan usulan tersebut formasi yang kosong bisa terisi.

          Meskipun begitu, is menegaskan bahwa upaya ini hanyalah sebatas usulan saja. “Keputusan nanti di Menpan-RB, karena pada TKP ini banyak yang gagal,” akunya.

          Usulan yang diambil tersebut, atas dasar pertimbangan dari beberapa hal. Antara lain adalah faktor biaya atau anggaran yang besar untuk pelaksanaan ujian SKD tersebut. Selain itu, untuk efisiensi dan akuntabilitas rekrutmen pegawai.

          Sementara itu, atas usulan penurunan passing grade TKP menjadi 120 tersebut juga disambut baik oleh peserta. Seperti halnya Destya Ika Sriwardani, 23, warga Desa Betet, Ngronggot,  Nganjuk. Ia mengaku senang jika usulan tersebut benar-benar bisa direalisasikan.“Semoga usulan tersebut menjadi kenyataan,” harapnya.

Pasalnya, Destya meskipun mendapatkan total skor yang tinggi, gagal dalam TKP. Ia mendapat nilai total sebanyak 353 poin. Namun, sayangnya nilai untuk TKP hanya mendapatkan 128 poin.

          Jika mengacu pada peraturan yang sekarang, ia kurang 15 poin untuk mencapai passing grade TKP. Standar yang dipasang untuk TKP adalah 143 poin. Hal ini juga banyak terjadi pada peserta lainnya. Mendapatkan nilai total yang tinggi namun terganjal salah satu kategori.

          Untuk diketahui, Kabupaten Nganjuk sendiri telah melaksanakan tes SKD untuk sesi pertama kemarin (6/11) di basement simpang lima Gumul (SLG). Dijadwalkan, tes untuk Kabupaten Nganjuk akan memakan waktu empat hari. Yaitu berlangsung hingga Jumat (8/11).

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia