Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Pilkades di Kediri; Awas, Politik Uang Gentayangan!

Pilkades Serentak, Polisi Siapkan 800 Personel

07 November 2018, 14: 58: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

pilkades kediri

Pilkades di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Hari ini Kabupaten Kediri bakal melaksanakan gawe besar. Pesta demokrasi di tingkat desa alias pemilihan kepala desa (pilkades). Total, 32 desa di 18 kecamatan yang warganya memilih kades hari ini.

Dan, setiap kali pesta demokrasi seperti ini, rumor politik uang pun selalu mengiringi. Terutama di desa-desa yang tingkat persaingannya ketat. Seperti di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare. Di desa ini, ada lima kandidat yang berebut satu kursi kades.

“Kabarnya sudah ada calon yang membagikan uang. Jumlahnya sekitar Rp 30 ribu,” kata seorang warga Desa Gedangsewu yang enggan namanya ditulis.

tps di kediri

FINISHING: Warga Desa Gedangsewu menyelesaikan pembuatan TPS. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

Warga tersebut mengaku tidak menerima uang secara langsung. Tapi, kabar adanya pembagian uang itu dia dapat dari tetangga-tetangganya. Menurut keterangannya, ada calon yang membagikan uang secara menyeluruh hampir ke setiap warga. Namun, ada pula calon yang hanya membagikan uang di sekitarnya saja. “Ada yang bilang uang tersebut untuk pengganti transpor,” bebernya.

Saat hal itu dikonfirmasikan ke Kapolsek Pare AKP Mustakim, yang bersangkutan tidak menyanggah. Menurutnya, isu politik uang tersebut memang beredar di masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, dugaan tersebut tidak terbukti.

“Isunya memang seperti itu. Tidak ada bukti kuat yang kami temukan setelah selidiki lebih jauh,” ujar Mustakim saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri kemarin sore.

Dia mengaku telah menempatkan petugas-petugas di tingkat desa untuk memantau jika ada hal seperti itu. Jika terbukti melakukan politik uang, apalagi praktik perjudian atau botoh, pihaknya tidak segan menindak.  “Jika memang terbukti, akan ditangani langsung oleh Polres Kediri,” tegasnya.

Soal botoh alias pejudi, dia juga mengatakan belum mendapat laporan. Tapi dia mengingatkan agar tidak ada yang memanfaatkan event pilkades ini sebagai ajang taruhan. Berdasarkan cerita warga, rata-rata botoh berasal dari luar daerah.

Ketua 2 Panitia Pilkades Gedangsewu Supirman senada dengan Kapolsek Pare. Ia mengatakan belum menerima laporan adanya politik uang. Meskipun begitu, ia tidak menampik bahwa adanya politik uang tersebut sudah membudaya di banyak tempat.“Budaya “bersih” dari masyarakat sendiri juga masih dirasa kurang,” kritiknya.

          Supirman mengaku, pihaknya telah mengadakan ikrar pilkades damai dan bersih dari politik uang. Panitia juga memberikan edukasi ke pemilih agar berani menolak politik uang.

          Terkait isu botoh, ia tidak memungkiri bahwa hal tersebut memang sudah menjadi santapan umum di setiap pilkades. Bahkan, pada pilkades sebelum ini, di Gedangsewu juga ada praktik botoh yang dilakukan oleh sekelompok orang.

          “Botoh itu seperti siluman. Di mana-mana ada, tetapi tidak kelihatannya bentuknya seperti bagaimana,” akunya.

          Supirman pun mengakui bahwa peran botoh dalam memenangkan salah satu calon cukup berperan. Meskipun begitu, pihaknya juga belum mendapat laporan terkait botoh.

          Di desa ini, pemilihnya berjumlah 12.064 orang. Logistik dan sarana pendukung lain diakuinya sudah siap. Begitu pula dengan pengamanannya. Ada berbagai personel dari unsur Polri, TNI, dan linmas setempat akan berjaga.

Sementara itu, Polres Kediri mengerahkan 800 personel untuk pilkades hari ini. Tapi, jumlah itu termasuk personel cadangan. Sedangkan yang reguler sebanyak 635 personel gabungan.

Menurut Kasubag Humas Polres Kediri AKP Setijo Budi, jumlah personel di tiap desa berbeda-beda. Tergantung pertimbangan kerawanan masing-masing desa. “Petugas akan melakukan pengamanan hingga acara pilkades selesai,” ujarnya.

Berdasarkan informasi, ada beberapa desa yang memang rawan muncul gesekan antarpendukung kandidat. Seperti Desa Nanggungan, Desa Wonojoyo, dan Desa Baye.

Sementara itu, kemarin Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Fhaton turun langusng ke beberapa lokasi yang melaksanakan pilkades. Bersama beberapa anggota Roni melakukan pengecekan anggota dan kotak suara di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri dan Desa Puh Jajar, Kecamatan Papar. “Untuk pengoptimalan pilkades besok, sudah mulai dilakukan hari malam kemarin,” ujarnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia