Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Nilai IPM Kota Kediri Lampaui Jatim dan Nasional, Ini Datanya

Rabu, 07 Nov 2018 13:27 | editor : Adi Nugroho

indeks pembangunan manusia

DIALOG: Kepala BPS Kota Kediri Ellyn T. Brahmana saat menyampaikan materi seminar IPM di Hotel Grand Surya, Kota Kediri. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA - Indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Kediri meningkat selama 2013 hingga 2017. Pada 2017 bahkan menduduki posisi 5 besar IPM tertinggi di Jawa Timur dengan angka 77,13. Hasil itu masih di bawah Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Madiun, dan Sidoarjo.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Ellyn T. Brahmana mengatakan, pencapaian IPM pada 2017 itu di atas rata-rata IPM Provinsi Jatim dan nasional. “Kenaikan kita ke posisi 5 ini sudah luar biasa,” ujarnya dalam seminar IPM kemarin.

Nilai 77,13 menjadi nilai yang jauh di atas IPM Jatim yang hanya 70,27. Juga di atas IPM nasional 70,81. Dari perolehan itu, Ellyn mengatakan, tidak menutup kemungkinan hasil di 2018 nanti bisa meningkat ke nilai yang lebih tinggi. “Kalau memungkinkan, kenapa kita tidak mencapai angka 80,” tegasnya.

Target tersebut pastinya mengacu pada nilai IPM Kota Surabaya yang bisa tembus di angka 80,07. Ellyn menyebut bahwa lonjakkan pesat dari 2016 ke 2017 adalah pada komponen daya beli yang semula 0,732 menjadi 0,745. Sementara untuk komponen pendidikan dari 0,74 menjadi 0,75. Sementara nilai stagnan ada pada komponen kesehatan yang tetap ada di angka 0,83.

Ellyn pun yakin bahwa pada 2018 nanti IPM Kota Kediri bisa meningkat. Karena dibandingkan dengan tahun 2013 saja di mana komponen pendidikan hanya 0,69 dan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. “Jadi bukan hal yang tidak mungkin, tentunya dengan kerja keras bersama,” jelasnya.

Dalam hal ini, Ellyn menyebut, pemerintah daerah harus lebih berperan aktif dalam mensukseskan keberhasilan IPM ini. Tentunya sinergi dengan masyarakat juga sangat dibutuhkan. IPM sendiri menunjukkan suatu indikator sejauh mana masyarakat punya suatu kebebasan memilih sendiri pilihannya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Dari penjelasan Ellyn memang keberhasilan dalam pembangunan manusia ditentukan oleh keberhasilan semua dimensi, baik sisi kesehatan, pendidikan dan standar hidup layak dalam hal ini daya beli masyarakat. “Keberhasilan satu dimensi tidak dapat menutupi dimensi lainnya,” paparnya.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia