Senin, 19 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Features

Para Pemenang Pemuda Inspiratif Audisi Kediri (1)

Ilham Gembira karena Akan Bertemu Presiden

Rabu, 07 Nov 2018 13:14 | editor : Adi Nugroho

pemuda inspiratif

OPTIMISTIS: M. Ilham Nurhakim, pemenang Pemuda Inspiratif audisi Kediri kelompok pemuda. (RAMONA VALENTIN - Radar Kediri. JawaPos.com)

Ilham yakin semua orang memiliki potensi. Termasuk mereka yang menyandang disabilitas rungu. Karena itu dia membuat aplikasi belajar dan membaca  Alquran dengan metode visual.

RAMONA TIARA VALENTIN

Wajah pemuda itu bersinar. Senyumnya juga mengembang. Tepat ketika pembawa acara memanggil namanya, M. Ilham Nurhakim, sebagai pemenang Pemuda Inspiratif audisi Kediri kelompok pemuda.

Sesaat kemudian, sorot lampu dan alunan musik kemenangan mengiringi langkahnya. Sedikit bergegas pemuda ini naik panggung. Rasa haru sekaligus gembira terlihat di wajahnya. Terutama saat dia menerima piala dan selempang pemenang dari staf Kemenpora.

Ilham, begitu ia disapa, berhasil menyisihkan 10 finalis kelompok pemuda untuk audisi Kediri. Dengan memberikan gagasan dalam bidang teknologi. Ilham membuat aplikasi belajar dan membaca Alquran untuk menyasar para penyandang tunarungu. Atau yang saat ini lebih sering disebut dengan disabilitas rungu.

“Saya yakin semua memiliki potensi. Makanya saya buat aplikasi visual dan oral (bahasa isyarat, Red) ini untuk disabilitas rungu,” ungkap Ilham pada Jawa Pos Radar Kediri.  

Pemuda kelahiran Tulungagung ini mengaku prihatin dengan kondisi disabilitas rungu. Ia sering menjumpai pembelajaran untuk anak disabilitas rungu masih kurang.  Termasuk baca tulis Alquran.

Bila ada pembelajaran yang tepat, kadang-kadang metode yang digunakan belum tentu bisa digunakan semua pihak. Sebab, masih ada yang menyamakan pembelajaran untuk disabilitas rungu dengan anak yang pendengarannya normal. Terlebih di era digital seperti saat ini.

Anak pertama dari dua bersaudara ini kerap memantau perkembangan aplikasi di internet. Tidak jarang ia juga mengamati fungsi hingga sasaran aplikasi yang mudah diunduh.

“Saya lihat masih jarang aplikasi untuk anak disabilitas rungu. Padahal dari sisi kebutuhan tidak ada perbedaan,” imbuh calon wisudawan Universitas Malang ini.

Menurutnya, selama ini belum banyak dijumlapi aplikasi membaca Alquran yang khusus untuk kelompok yang mengalami keterbatasan pendengaran itu. Sehingga ia berinisiatif membuat aplikasi ini. Tujuannya agar disabilitas rungu mampu memahami dan belajar membaca Alquran.

Dalam aplikasi yang ia buat menampilkan video dari beberapa orang yang menggunakan bahasa isyarat serta ekspresi wajah. Dalam video tersebut juga ditampilkan vokal pengucapan yang jelas. Yang mempermudah anak disabilitas rungu mempelajari melalui indra penglihatan mereka (visual).

Walaupun berhasil menang di audisi Kediri, Ilham tidak mau puas dulu. Ia masih harus berjuan di babak final nasional. Berkompetisi dengan 15 kontestan lainnya dari 8 provinsi. Dia pun bertekad untuk memperbaiki aplikasinya. Walaupun aplikasi ini jug apernah mendapat predikat aplikasi sosial terbaik oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Membuat aplikasi yang mengantarnya berkompetisi di level nasional bukan sesuatu yang mudah. Banyak kendala yang dia temui. Terutama perekaman tilawah 30 juz oleh kontingen MTQ Nasional. Ilham perlu waktu satu tahun untuk menyelesaikan aplikasi ini. Bersama dengan 24 orang lainnya.

“Ada dari dosen IT, ahli hadis, ahli Alquran, manajemen, dan sebagainya,” ujar laki-laki kelahiran September 1995 ini.

Ada satu harapan besar seiring dengan kemenangan yang dia raih ini. Yaitu harapan untuk bertemu Presiden dan menteri. Bukan untuk dipuji tapi agar aplikasinya semakin dikenal. “Apalagi bisa menyampaikan ide langsung ke Presiden,” pungkasnya sambil menggenggam piala.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia