Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Events

Ratusan Kendaraan Ikuti Pawai dan Parade Bedug

05 November 2018, 19: 30: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

pawai bedug

BUDAYA INDONESIA: Peserta Pawai dan Parade Bedug Kota Kediri. (HUMAS PEMKOT KEDIRI For RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA - Ratusan mobil berjalan beriringan kemarin sore. Membawa bedug dan aneka tetabuhan lain. Mengiringi lantunan salawat yang terus menggema sepanjang perjalanan.

Itulah suasana yang tergambar di beberapa ruas jalan Kota Kediri. Saat peserta pawai taaruf dan parade bedug melintas. Arak-arakan panjang itu merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional.

Menurut Ketua Panitia Melvin Zainul Asyiqin, sekitar 150-an kendaraan roda empat dan 500-an roda dua ikut pawai. Memeriahkan acara yang diberangkatkan oleh Wali Kota Abdullah Abu Bakar tersebut.

“Ada juga kereta kelinci berjumlah 50-an,” sahutnya.

Pria yang karib disapa Gus Iing itu mengatakan, pawai dimulai dari lapangan Gadjah Mada Pesantren. Kemudian berakhir di Taman Sekartaji Mojoroto. Tempat tersebut dipilih karena mewakili setiap kecamatan yang ada di Kota Kediri.

“Setelah melewati Jalan Veteran, akan ada tim juri yang menilai setiap peserta pawai,” tambahnya.

Memang, pawai yang bertema ‘Melestarikan Tradisi Nusantara’ itu sekaligus sebagai lomba kreativitas beduk. Yakni keserasian beduk, tabuhan beduk, dan rebana. Serta keselarasan tabuhan beduk dengan lagu.

“Hadiahnya berupa uang pembinaan kepada tiga yang terbaik,” jelasnya.

Gus Iing menyampaikan bahwa bedug memiliki makna dan filosofi luar biasa. Bedug adalah salah satu alat penanda untuk mendekatkan manusia kepada penciptanya.

“Sebagai salah satu tanda masuknya waktu salat. Dan kita harus bangga karena bedug hanya ada di Indonesia,” tegasnya.

Sementara Wali Kota Abdullah Abu Bakar menjelaskan, parade bedug ini bertujuan untuk memunculkan gaung peringatan hari santri. Pawai bedug tersebut merupakan rumusan pemkot dan PCNU.

“Saya dengar daerah lain juga banyak yang mengadakan. Alhamdulillah di Kota Kediri makin lama semakin semarak dan bagus,” ujarnya.

Menurut Abu, parade digelar juga agar anak-anak mengetahui besarnya toleransi di Kota Kediri. Sekaligus bisa mengedukasi masyarakat. Abu berharap masyarakat untuk mengajak anak-anak sebagai generasi penerus untuk mengikuti kegiatan seperti ini.

“Karena mereka sedang diserang oleh globalisasi. Globalisasi ini bisa ke arah yang baik, bisa juga yang buruk. Jadi mari kita jaga, jangan sampai mereka salah menentukan arah ke depannya nanti,” ingatnya.

Wali kota juga mengajak masyarakat menjaga keutuhan NKRI. Tidak mudah terprovokasi.

“Kita harus bisa menjamin pendidikan dan budaya mereka lebih baik. Agar tumbuh kembang mereka baik. Dan menjadi penerus kita yang terbaik,” tegasnya

Pawai taaruf dan parade bedug itu merukan yang kali kedua digelar oleh PCNU Kota Kediri. Bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kediri. Turut hadir Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab), Kabag Kesra Kota Kediri Ardi Handoko, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar, dan ribuan masyarakat serta santri yang mengikuti acara tersebut.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia