Jumat, 16 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

CPNS Kediri: Peserta Luar Daerah Tak Kesulitan Ikuti Tes SKD di SLG

Senin, 05 Nov 2018 18:41 | editor : Adi Nugroho

cpns kabupaten kediri

CERMATI NILAI: Para peserta yang mengikuti SKD melihat hasil ujian mereka di monitor yang berada di area convention hall Simpang Lima Gumul, Ngasem. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) di basement monumen Simpang Lima Gumul (SLG) masih berlangsung. Kemarin, calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Jombang telah merampungkan ujian tersebut. Meski dari luar daerah, mereka tak kesulitan mengaksesnya.

Lokasi tes di basement SLG dipilih sebagai titik tengah dari beberapa daerah yang mengikuti seleksi di sana. “Lokasinya strategis dan mudah dijangkau peserta dari luar kota,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jombang Muntholip kepada Jawa Pos Radar Kediri saat ditemui di tenda peserta utara convention hall SLG, kemarin siang.

Kendati begitu, ia mengakui, tata letak SLG yang melingkar sempat sedikit membingungkan. Namun hal itu relatif tidak masalah karena lokasinya terhitung ikonik dan dikenal banyak orang. Beberapa peserta dari luar daerah yang ditemui koran ini pun mengaku, relatif mudah menuju lokasi. Hanya saja, kebanyakan sempat kebingungan mencari tempat parkir.

Menurut Muntholip, peserta tes dari Jombang berjumlah 4.191 peserta. Untuk formasi, Kabupaten Jombang membuka 428 formasi. Pelaksanaan ujian SKD untuk Kabupaten Jombang dimulai sejak Kamis (1/11) hingga kemarin (3/11). Total ada 12 sesi yang dijadwalkan BKD Kabupaten Jombang. “Setiap harinya empat sesi,” imbuhnya.

Terkait tingkat kelulusan peserta, Muntholip tampaknya juga tak yakin bisa mendapatkan banyak rekrutan. Pasalnya, dalam setiap sesi ujian SKD, hanya ada 10 – 15 peserta yang melampaui passing grade. “Tidak tahu ini bisa (lulus passing ragde) sekitar 200-an atau tidak,” akunya.

Ia pun sependapat dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Kabupaten Kediri Sukadi yang menilai passing grade terlalu tinggi. Bahkan, ia sering menemukan peserta yang total nilai SKD lebih dari 300 tapi gagal di salah satu kategori tes.

Sama seperti langkah yang diambil Pemkab Kediri, Muntholip pun berencana mengirimkan surat usulan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

Sementara itu, Mia Rosalina, 23, peserta yang lolos passing grade, mengaku, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan ujian SKD. Menurutnya, tidak ada gangguan jaringan atau lainnya. Untuk akses, ia juga mengaku, mudah dituju.

Perempuan asal Desa Dapur Kejambon, Jombang ini tidak hanya berhasil lolos passing grade. Mia juga mendapatkan nilai yang relatif tinggi. “Total hasil SKD dapat nilai 373,” akunya.

Mia memang telah mempersiapkan segala model ujian SKD tersebut sejak satu bulan terakhir. Ia mengaku, banyak belajar dari modul, buku digital, dan berbagai ujian simulasi. Menurutnya, mempelajari soal-soal tersebut sangatlah membantunya. “Sekitar 75 persen dari contoh soal yang saya pelajari sama dengan soal yang diujikan tadi (kemarin, Red),” bebernya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia