Jumat, 16 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Tes CPNS Kediri: Banyak Formasi Terancam Kosong

Rabu, 31 Oct 2018 13:47 | editor : Adi Nugroho

tes cpns

BANYAK YANG GAGAL: Peserta tes CPNS untuk Pemkab Kediri saat memasuki ruang ujian di basement Monumen SLG (27/10). Hanya sedikit dari mereka yang lolos ke tahap berikutnya. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI - Ribuan peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang gagal lolos membuat sejumlah formasi terancam kosong. Kondisi ini membuat kecewa Pemkab Kediri. Karena itu, Pemkab Kediri berencana melayangkan surat ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

Dalam tes yang berlangsung selama tiga hari itu, total ada 3.863 yang mengikuti. Dari jumlah tersebut, hingga selesainya ujian seleksi kompetensi dasar (SKD), jumlahnya menyusut hingga kurang dari 10 persen karena tak memenuhi passing grade.

“Ini yang kami pertanyakan. Otomatis akan ada beberapa posisi yang kosong tanpa ada yang lolos,” keluh Pelaksana Tugas (plt) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Krisna Setiawan.

Padahal, berbagai cara sudah dilakukan untuk menyaring calon peserta yang terbaik. Salah satunya dengan menerapkan persyaratan khusus berupa indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tinggi dan asal perguruan tinggi.

Dimulai sejak proses seleksi administrasi yang sangat ketat. Ribuan pendaftar sudah berguguran. “Sekarang ditambah seleksi SKD yang lebih ketat,” tuturnya. Karena itu, saat ini Pemkab Kediri sedang merumuskan isi surat yang akan dikirim ke BKN dan Menpan-RB terkait proses seleksi CPNS ini. Apalagi, sebelumnya sudah diwarnai sejumlah gangguan teknis yang menunjukkan ketidaksiapan. Diakui Krisna, saat ini Pemkab Kediri khawatir kondisi ini akan merugikan Pemkab Kediri, karena proses seleksi tidak bisa memenuhi kebutuhan pegawai.

          Sementara itu, Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Sukadi membenarkan rencana mengirim surat tersebut. Tujuannya untuk mengetahui langkah yang dilakukan terkait kekosongan formasi CPNS tersebut. Untuk melengkapi bahan surat tersebut, pihaknya sedang melakukan rekapitulasi peserta yang lolos ujian SKD.

          “Kami akan merekap hasil ujian SKD terlebih dahulu. Baru kami bisa merumuskan usulannya,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri kemarin siang (30/10).

          Lebih lanjut, ada konsep utama yang dirumuskan untuk menjadi bahan usulan kepada BKN atau Menpan-RB. Usulan pertama adalah untuk melakukan substitusi. Dengan catatan dalam formasi yang sama ada yang lolos passing grade lebih dari lowongan yang dibutuhkan. Sedangkan formasi lainnya tidak ada yang lolos atau kosong.

          Rumusan kedua yang dipertimbangkan menjadi usulan adalah adalah proses ranking. Yaitu apabila ada formasi yang hanya dibuka satu formasi saja dan kebetulan tidak ada yang berhasil lolos. Selanjutnya akan dilihat ranking tertinggi dari hasil ujian SKD yang telah diselesaikan peserta.

          “Mungkin akan kami ambil ranking tertinggi satu sampai tiga dengan tambahan seleksi lainnya. Katakanlah kita wawancara,” bebernya.

          Pasalnya, melihat data dan fenomena langsung di lapangan memang ada kecendurungan peserta yang lolos passing grade sangatlah sedikit. Selain itu, juga biaya yang digunakan untuk menggelar tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang terbilang relatif mahal. Oleh karena itu, pihaknya menilai bahwa akan sangat sia-sia jika ada formasi yang tidak tersisi dan kosong.

          Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa masih akan menggodok hasil rekapitulasi dan usulan tersebut. Ia belum bisa memastikan apakah usulan tersebut akan seperti atau ada tambahan. “Itu konsepnya. Jadi supaya tidak ada yang kosong,” imbuhnya.

          Terkait teknis pelaksanaan kedua konsep usulan tersebut belum ada informasi lebih lanjut yang bisa didapatkan. Namun, Sukadi menegaskan pihaknya akan melakukan proses tersebut dengan setransparan mungkin agar terhindar dari adanya kecurangan.

          Saat dikonfirmasi kapan rencananya akan menyampaikan usulan tersebut kepada pihak BKN, juga belum ada kepastian. Ia hanya menuturkan jika paling cepat Kamis (1/11) besok. Ia juga berharap agar orang yang berwewenang dapat memberikan diskresi dan segera menangani usulannya. “Semoga ada kelonggaran namun tetap tidak menabrak aturan yang ada,” harapnya.

          Sementara itu, kemarin pihak BKD Kabupaten Kediri sendiri sedang mengerjakan proses rekapitulasi hasil ujian SKD. “Hari ini (kemarin, Red) hasilnya masih kami rekap,” akunya.

Ia menambahkan bahwa proses rekapitulasi tersebut untuk mengetahui berapa peserta yang dipastikan lolos passing grade. Selain itu, juga untuk mengetahui formasi apa saja yang dipastikan kosong.

          Untuk diketahui, formasi yang dibuka oleh Pemkab Kediri dalam seleksi CPNS tahun ini berjumlah total 490 formasi. Formasi tersebut dibagi dalam tiga bagian. Yaitu tenaga pendidikan, kesehatan, dan teknis.

          Sementara itu, peserta yang lolos passing grade justru diperkirakan tidak mencapai angka formasi yang dibuka. Padahal, idealnya jumlah peserta yang lolos ters SKD adalah tiga kali jumlah formasi yang dibuka.

          Semntara itu, kemarin giliran pelamar untuk Kabupaten Mojokerto yang melaksanakan ujian SKD di basement Simpang Lima Gumul (SLG). Dalam ujian SKD tersebut, peserta dibagi dalam 6 sesi tes. Ada 3.448 peserta yang mengikuti tes SKD yang dilaksanakan dalam dua hari tersebut.

Mencari Solusi CPNS

1.     Melakukan Substitusi    : Bila dalam satu formasi ada yang lolos passing grade lebih dari yang dibutuhkan. Sementara formasi lain justru kosong atau tak ada yang lolos.

2.     Ranking                         : Melihat ranking tertinggi dari hasil ujian SKD di suatu formasi yang telah diselesaikan. Walaupun tidak ada yang memenuhi passing grade.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia