Jumat, 16 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Yang Lolos Tes CPNS Sedikit, Ini Alasannya

BKD Duga karena Tingginya Passing Grade

Selasa, 30 Oct 2018 13:02 | editor : Adi Nugroho

tes cpns

tes cpns kediri (Ilustrasi: Afrizal - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Mata Diah Ayu Puspitarini tak lepas dari lembaran kertas yang tertempel di papan pengumuman. Warga Desa Miyono, Kecamatan Sekar, Bojonegoro tersebut kemudian menjauh pelan dari papan pengumuman. Langkahnya gontai. “Kurang sembilan poin saja,” sesal gadis berusia 23 tahun ini.

Ya, Diah kemarin gagal memenuhi passing grade ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) dalam tes CPNS di basement Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Menurut perempuan yang magang di Puskemas Sekar tersebut dia gagal karena kecenderungan pilihan jawaban dari soal tes karakteristik pribadi (TKP) yang serupa.

Sebenarnya, Diah bisa melewati batasan nilai di dua kategori tes lainnya. Sayangnya, jika ada satu kategori yang di bawah passing grade, tetap saja peserta gagal lolos untuk mengikuti tes tahap berikutnya.

tes cpns

LOLOS TIDAK YA?: Peserta tes CPNS Kediri melihat pengumuman. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

Dan, Diah tak sendiri dalam kegagalan itu. Sebab, dari total ribuan yang ikut tes di basement Monumen SLG beberapa hari ini, yang melewati batas nilai hanya sedikit. “Keseluruhan peserta yang memenuhi passing grade dan lolos ke tahap berikutnya diperkirakan tidak sampai sepuluh persen,” ungkap Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Sukadi kepada Jawa Pos Radar Kediri saat ditemui di tenda peserta utara Convention Hall kemarin sore.

          Padahal, total peserta yang lolos seleksi administrasi mencapai 3.863 orang. Artinya, kemungkinan peserta yang lolos ujian SKD tidak lebih dari 386 orang saja. Jumlah itu lebih sedikit bila dibandingkan dengan kebutuhan Pemkab Kediri yang menyediakan 490 formasi.

          Padahal, menurut Sukadi, idealnya peserta yang lolos adalah tiga kali formasi yang disediakan. “Idealnya ada sejumlah 1.470 orang yang lolos ujian SKD,” ujarnya.

          Kecilnya jumlah peserta yang lulus itu kabarnya juga terjadi di daerah lain yang menggelar tes serupa. Seperti di Lamongan dan Surabaya. “Rata-rata di Jawa Timur tingkat kelulusannya kurang dari sepuluh persen juga,” bebernya.

          Terkait banyaknya peserta yang tidak berhasil mencapai passing grade yang ditentukan, Sukadi menilai hal tersebut mungkin karena tingginya standar yang ditentukan. Ia menilai passing grade yang ditentukan oleh Pusat memang tinggi.

          Ia justru kurang setuju jika penyebab banyaknya peserta yang gagal mencapai passing grade dikarenakan kemampuannya kurang. Menurutnya, kemampuan peserta juga relatif tinggi. Belum lagi jika berkaca dari asal universitas para peserta.

“Kemampuan peserta saya tidak kurang. Banyak peserta yang merupakan lulusan universitas terkemuka di Indonesia,” dalihnya.

          Sebenarnya, model soal yang digunakan dalam ujian SKD tersebut juga sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu Sukadi cenderung menilai banyaknya peserta yang tidak lulus karena passing grade yang tinggi. “Sepertinya ada peningkatan passing grade juga,” imbuhnya.

          Sementara itu, Sintia Primaningtyas, salah satu peserta yang berasal dari Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Pacitan bernasib lebih baik. Perempuan yang akran dipanggil Sintia tersebut berhasil melewati passing grade yang ditetapkan panitia. “Alhamdulillah, lebih dari passing grade meskipun tipis,” syukurnya.

          Perempuan berumur 24 tahun tersebut mengaku sudah mempelajari dan melakukan observasi terkait model-model soal yang akan diujikan. Menurutnya, selama proses belajar tersebut tes intelegensi umum (TIU) justru yang menjadi momoknya. “Susah, ada soal itung-itungannya,” akunya.

          Kemarin, ujian SKD diputuskan menggunakan 340 laptop saja. Kali ini, alasannya adalah jika digunakan sejumlah 360 laptop seperti pada Minggu (28/10) jumlah peserta pada sesi terakhir akan terlalu sedikit. Dan sama seperti hari sebelumnya, ujian SKD kemarin juga dilaksanakan dalam empat sesi. Yang seharusnya hanya tiga sesi saja.

Dapat Berapa agar Lolos SKD?

Kategori Tes                                               Passing Grade

Tes Karakteristik Pribadi (TKP)                 143 poin

Tes Intelegensia Umum (TIU)                     80 poin

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)             75 poin

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia