Rabu, 13 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Tes CPNS: Laptop Kurang, Daya Listrik Tak Cukup

29 Oktober 2018, 18: 13: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

tes cpns

tes cpns kediri (Ilustrasi: Afrizal - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

 KEDIRI KABUPATEN - Hingga kemarin (28/10), pelaksanaan ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) tes CPNS di Kabupaten Kediri masih belum maksimal. Permasalahannya masih berkutat dalam hal sarana dan prasarana ujian. Terutama jumlah laptop yang digunakan, yang hanya 360 unit.

          Jumlah tersebut masih di bawah tingkat kebutuhan bagi peserta tes. Bahkan sesuai kesepakatan dengan vendor, harusnya laptop untuk SKD sebanyak 390 unit. Ditambah 10 laptop untuk cadangan bila salah satu di antara yang digunakan peserta mengalami kerusakan.

          “Sudah kami desak vendor untuk bisa memaksimal laptop yang ada. Tetapi hanya 360 unit yang bisa,” aku Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Sukadi kepada Jawa Pos Radar Kediri saat ditemui di tenda peserta utara convention hall simpang lima Gumul (SLG).

          Sebenarnya, menurut Sukadi, pihaknya sudah mendesak vendor untuk menggunakan hingga 390 laptop. Namun, hal itu tak terlaksana karena ada kendala daya listrik. “Genset yang ada tidak kuat. Akhirnya diputuskan ujian berjalan dengan 360 laptop yang ada,” aku Sukadi. Selain itu, panitia menambah jumlah laptop cadangan. Dari sebelumnya 10 menjadi 20 unit.

          Terkain kendala genset, panitia pusat dan daerah juga telah melakukan evaluasi. Untuk ujian hari ini (29/10), panitia akan menambah genset lagi. Sebagai solusi masalah tersebut.

          Kemarin, peserta yang masuk ruangan tiap sesi sesuai dengan jumlah laptop yang berfungsi. Maksimal 360 dari rencana awal yang 390 peserta per sesi. Akibatnya, selain menambah jumlah sesi ujian, waktu pelaksanaan pun molor. “Mundur sekitar 30 menit dari yang seharusnya. Sesi pertama baru masuk ruangan sekitar pukul 09.30 WIB,” beber Sukadi.

Kemarin, ujian SKD berlangsung dalam empat sesi. Dari rencana awal yang hanya tiga sesi. Sedangkan jumlah peserta ujian hari kemarin mencapai 1.113 orang.

          Beberapa peserta yang ditemui Jawa Pos Radar Kediri mengeluhkan kendala server yang lemot. Mereka terganggu saat menyimpan atau melanjutkan ke tahap berikutnya.           Seperti yang dikeluhkan Wahyudiarta, 22, warga Desa Murangagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

          “Konsentrasi saya akhirnya menjadi hilang karena gangguan tersebut,” aku perempuan yang akrab disapa Ayu tersebut.

          Dia mengaku terkendala saat hendak mengklik opsi simpan. Saat akan diklik koneksi sempat lemot atau down. Dengan sedikit kecewa ia mengaku gagal pada salah satu dari tiga jenis soal SKD yang ada. Yaitu pada tes karakteristik pribadi (TKP). “Sebenarnya lulus semua yang lainnya, tapi yang itu (TKP) kurang dua poin,” sesal perempuan yang berstatus sebagai fresh graduate itu.

          Sementara itu, hari ini akan diadakan ujian SKD untuk para peserta yang mengalami perubahan jadwal Jumat (26/10) lalu. Mereka dijadwalkan akan melangsungkan ujian pada hari ini dengan jumlah dan daftar peserta yang sama seperti sebelumnya.

Laptop Masih Jadi Kendala

Minggu (28/10)

Laptop yang dipakai               360 unit

Laptop untuk cadangan          20 unit

Sabtu (27/10)

Laptop yang dipakai               340 unit

Laptop untuk cadangan          20 unit

Kesepakatan jumlah laptop seharusnya

Laptop yang dipakai               390 unit

Laptop untuk cadangan          10 unit

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia