Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Lebih dari 3 Ribu Pelamar CPNS di Kediri Tercoret, Ini Alasannya

21 Oktober 2018, 11: 27: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

Lebih dari 3 Ribu  Pelamar CPNS di Kediri Tercoret, Ini Alasannya

Share this          

KEDIRI KABUPATEN- Ini bisa menjadi kabar mengecewakan sekaligus menggembirakan bagi para pelamar CPNS di Kabupaten Kediri. Mengapa? Karena ada 3 ribu lebih pelamar yang tak bisa mengikuti tes. Jumlah itu berarti hampir separo dari jumlah pelamar seluruhnya yang sebanyak 7 ribuan orang.

Dengan gugurnya ribuan pelamar itu berarti menurunkan tingkat persaingan meraih pekerjaan sebagai pegawai pemerintah itu. Artinya, bagi yang lolos, kabar tersebut tentu saja sedikit melegakan karena membuat peluang mereka sedikit lebih besar. Namun, bagi yang tercoret, tentu saja hal itu mengecewakan.

“Pelamar dari formasi umum yang tidak memenuhi syarat ada 3.792 orang,” terang Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Sukadi kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Menurut Sukadi, jumlah tersebut hampir separo dari total pelamar. Untuk formasi umum, berkas yang masuk sebanyak 7.606 orang. Sedangkan pelamar dari formasi umum yang dipastikan lolos dan bisa mengikuti tahapan seleksi kompetensi dasar (SKD) berjumlah 3.814 orang.

Dalam rekrutmen CPNS kali ini, Kabupaten Kediri membuka sebanyak 350 formasi. Rinciannya adalah 370 untuk formasi umum, 5 untuk pelamar disabilitas, dan 5 untuk pelamar cumlaude.

Lalu, faktor apa yang membuat nyaris separo pelamar itu terpental? Menurut Sukadi, faktornya adalah karena beberapa sebab. “Terutama data atau berkas yang diunggah tidak memenuhi atau tidak sesuai standar,” beber Sukadi.

Beberapa hal yang tak memenuhi syarat itu di antaranya adalah nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang kurang, jurusan yang dilamar tidak sesuai, dan juga karena surat lamaran yang salah alamat.

Sebenarnya, salah alamat pada lamaran itu sangat disayangkan. Pasalnya, pihak BKD Kabupaten Kediri sudah memberikan contoh atau template surat lamaran dalam pengumuman yang diberikan. Sayangnya masih ada saja yang salah membuat.

Pihak BKD meminta agar surat lamaran ditujukan kepada Bupati Kediri. Tetapi, ada juga pelamar yang mengirim surat lamaran dengan tujuan kepada Gubernur Jatim atau suatu Kementerian tertentu.

Sementara itu, untuk formasi khusus tenaga honorer K-2 tak semuanya bakal terisi. Sebab, ada beberapa calon peserta tes di kelompok ini yang tak memenuhi syarat.

“Yang memenuhi syarat dan bisa mengikuti tes SKD sebanyak 44 orang tenaga honorer K-2,” aku Sukadi.

Sebelumnya, pemkab juga membuka 110 formasi khusus untuk tenaga honorer K-2. Dengan demikian terdapat 66 formasi untuk tenaga honorer K-2 yang bakal tidak terisi.

Meskipun jumlah formasi untuk honorer K-2 yang melamar lebih sedikit dibandingkan dengan formasi yang disediakan, tidak berarti 44 pelamar tersebut otomatis lolos seleksi. Ke-44 pelamar dari formasi tenaga honorer K-2 tersebut harus tetap mengikuti seleksi CPNS seperti yang telah ditentukan. “Mereka juga harus lolos passing grade yang ada,” tegas Sukadi.

Hanya saja, passing grade untuk pelamar formasi tenaga honorer K-2 lebih rendah dibandingkan dengan pelamar dari formasi umum. Untuk tes intelegensi umum, pelamar dari formasi umum harus mencapai nilai 80. Tetapi untuk pelamar formasi tenaga honorer K-2 ditarget minimal mencapai nilai 60.

Selain itu, untuk formasi eks tenaga honorer K-2 tidak dibebani passing grade pada poin tes karakteristik pribadi (TKP) dan tes wawasan kebangsaan (TWK). Sedangkan untuk pelamar formasi umum passing grade TKP minimal 143 dan TWK 75.

Data Pelamar PNS setelah Verifikasi II

Formasi Umum                                380 Formasi

Jumlah total pelamar                        7.606 orang

Jumlah pelamar lolos                        3.814 orang

Jumlah pelamar tidak lolos               3.792 orang

Formasi Eks Honorer K-2               110 Formasi

Jumlah total pelamar                        44 orang

Jumlah posisi hangus                        66 formasi

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia