Minggu, 25 Aug 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Dulu Blimbing-Jugo 40 Menit, Kini Cukup 10 Menit

Dengan TMMD, TNI Perpendek Akses

16 Oktober 2018, 19: 33: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

tmmd blimbing jugo mojo

PAMERAN PRODUK: Bupati Haryanti dan Danrem 082 Kolonel (Arm) Budi Suwanto melihat-lihat stan UMKM usai pembukaan TMMD di Mojo, kemarin. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Akses warga Desa Blimbing dan Jugo, keduanya di Kecamatan Mojo, menjadi lebih mudah usai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Sebab, dalam program TMMD ini salah satu proyeknya adalah membangun jalan penghubung dua desa itu.

Jalan yang dibangun itu berupa rigid pavement atau beton semen. Panjangnya sekitar 1,7 kilometer. Jalan inilah yang diklaim mampu memotong jarak tempuh dan waktu dari dan ke dua desa tersebut.

“Dulu warga (dua desa) harus menempuh waktu sekitar 40 menit. Namun, sekarang cukup sekitar 10 menit sudah sampai,” kata Komandan Kodim 0809 Letkol (Kav) Dwi Agung Sutrisno, kepada Jawa Pos Radar Kediri usai acara pembukaan TMMD di lapangan Desa Mlati, Mojo, kemarin (15/10). Sebelum ada jalan tersebut, warga dari dua desa itu bila berhubungan harus memutar cukup jauh dan memakan waktu lama.

Pelaksanaan TMMD kemarin adalah yang ke-103. Seperti sebelumnya, program ini menyasar dua program pembangunan, fisik dan non-fisik.

“Pembangunan fisik kita realisasikan dengan membangun jalan sepanjang 1.782 meter dan 100 unit rumah,” tambah Dwi Agung.

Seratus rumah yang dibangun dibagi sama antara dua desa tersebut. Dalam pengerjaannya, 30 rumah di Desa Jugo telah rampung. Sedangkan untuk rumah di Desa Blimbing telah rampung 35 unit.

Sementara itu, untuk pembangunan non-fisik Agung bekerjasama dengan beberapa dinas terkait. Program ini berupa sosialisasi, penyuluhan, dan pelayanan yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia di masyarakat.

Masih menurut Agung, program ini ditujukan untuk menyejahterakan dan memajukan dua desa tersebut. Yang tidak kalah penting adalah untuk mewujudkan kemanungggalan TNI dengan rakyat.

“TNI dilibatkan di sini nanti juga tidur dengan masyarakat setempat,” ungkapnya. Agung menambahkan bahwa ada 90 personel gabungan yang diterjunkan dalam program ini.

Meskipun baru dibuka kemarin oleh Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, program TMMD ini sejatinya sudah mulai dilaksanakan sejak 3 September 2018. Hal ini dilakukan mengingat cakupan wilayah dan jumlah yang harus dikerjakan tidak akan cukup jika hanya dikerjakan dalam satu bulan saja.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Kediri Haryanti sangat mengapresiasi program TMMD ini. Menurutnya, program seperti ini efeknya akan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. “Program ini bisa memperkuat dan membangun daerah-daerah di pedesaan,” sanjungnya.

Diharapkan dengan program ini dapat membantu meningkatkan percepatan pembangunan melalui pertumbuhan ekonomi di daerah. “Semoga juga dapat meningkatkan taraf hidup masayarakat,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia