Selasa, 22 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Karang Taruna Kelurahan Ringinanom Berupaya Lestarikan Seni Lokal

Galang Donasi Bencana pun Libatkan Jaranan

16 Oktober 2018, 19: 24: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

jaranan

SOSIAL: Penari jatilan meramaikan acara penggalangan dana oleh pemuda Ringinanom di Jalan Diponegoro (13/10). (IQBAL SYAHRONI - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

Para pemuda ini melihat seni jaranan sebagai potensi budaya lokal yang layak dipertahankan. Bahkan, tak hanya sekadar menguri-uri saja, para pemuda ini bertekad jaranan bisa kian menasional.

IQBAL SYAHRONI

Suara dari alunan alat musik tradisional terdengar nyaring di simpang empat Jalan Diponegoro, Kelurahan Pocanan, Kecamatan/Kota Kediri. Sore itu (13/10) terlihat belasan anak-anak muda dengan pakaian khas penari jaranan. Mereka menari-nari di tepi jalan. Lengkap dengan kuda lumping dan cemeti di tangan.

Baca juga: Kian Dikenal, Omzet Tambah

Sementara, beberapa remaja lain menyebar di beberapa titik. Ada yang berada di tengah jalan saat lampu lalu lintas menyala merah. Mereka menyorongkan kardus yang bertuliskan ‘Donasi untuk Palu’.

Memang, saat itu para pemuda itu sedang menggalang sumbangan untuk para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Sasarannya adalah para pengguna jalan yang melintas di perempatan tersebut. Para pemuda itu berasal dari KarangTaruna Kelurahan Ringinanom.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Ringinanom Jovita Riyantika, menjelaskan bahwa penggalangan dana tersebut berdasarkan niat yang tulus dari para anggotanya. “Baru pertama untuk donasi yang gempa di Sulawesi kemarin,” terangnya.

Lokasi penggalangan dana sengaja dipilih di perempatan tersebut. Sebab, pada jam-jam itu, sekitar pukul 15.00 WIB, perempatan itu ramai dilalui kendaraan. Apalagi lokasi tersebut memang dekat dengan pusat pertokoan.

Jovita menjelaskan, inisiatif dari karang taruna sudah disetujui oleh kepala Kelurahan Ringinanom. Ia tinggal mengumpulkan relawan dari anak-anak di kelurahannya untuk bermain jaranan.

Jovita mengaku mereka tidak ingin yang biasa-biasa saja untuk menggalang dana. Kebetulan selama ini kelurahannya juga terkenal dengan seni jaranannya. Karena itu rombongan kesenian itu dia bawa untu  meramaikan acara penggalangan dana.

Menurut Jovita, sebagai salah satu warga Kota Kediri ia memiliki keinginan agar kesenian lokal jaranan bisa terus lestari. Tak hanya di Kediri saja, melainkan hingga ke seluruh Indonesia. Karena itulah dia dan teman-temannya di karang taruna memiliki ide untuk menampilkan atraksi dari anak-anak yang bermain jaranan.

Ini bukan kali pertama Karang Taruna Ringinanom menggunakan kesenian jaranan untuk menggalang dana bencana di Indonesia. “Tahun lalu juga diadakan penggalangan dana untuk Pacitan, melalui jaranan juga,” imbuhnya.

Semua pemain jaranan kemarin adalah anak-anak muda dari Kelurahan Ringinanom. Di kelurahannya, mayoritas anak muda punya hasrat untuk melestarikan kesenian itu. Mereka juga punya grup yang sangat eksis.

Karena itulah, ketika diajak tampil, antusiasme dari anak-anak yang bermain jaranan sangat tinggi. Dari bagian pemain kuda lumping hingga jatilan semuanya menyambut baik. Mereka memiliki peran masing-masing.

Jovita menjelaskan, dari pengiring/pemain musik jaranannya juga berasal dari warga Kelurahan Ringinanom sendiri. Selain memperlihatkan skill dari warga Ringinanom dalam kesenian lokal jaranan, ia juga menginginkan bahwa masyarakat Kota maupun Kabupaten Kediri mampu melestarikan budaya tersebut. “Kalau bisa sampai ke seluruh Indonesia,” harapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa akan melakukan penggalangan dana lagi pada car free day di Jalan Dhoho Kota Kediri dengan tema dan atraksi yang sama yaitu bermain jaranan.

Krisna, salah seorang anggota karang taruna menjelaskan bahwa senang dapat menjadi bagian dari karang taruna dan mampu melestarikan budaya kesenian jaranan.  “Semoga nantinya banyak orang yang juga melestarikan kesenian jaranan,” terangnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news