Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Ketinggian Candi Lor Susut Enam Meter

15 Oktober 2018, 18: 53: 44 WIB | editor : Adi Nugroho

RAWAN RUSAK: Bangunan Candi Lor yang merupakan peninggalan Mpu Sindok, rawan rusak. Tinggi candi yang semula sekitar 16 meter, kini menyusut menjadi 9, 3 meter. Disparporabud pun berencana merestorasi akhir 2019 nanti.

RAWAN RUSAK: Bangunan Candi Lor yang merupakan peninggalan Mpu Sindok, rawan rusak. Tinggi candi yang semula sekitar 16 meter, kini menyusut menjadi 9, 3 meter. Disparporabud pun berencana merestorasi akhir 2019 nanti. (ANWAR BAHAR BASALAMAH - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

NGANJUK – Kondisi bangunan situs Candi Lor di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, mulai rapuh. Karenanya, dinas pariwisata, pemuda, olahraga dan kebudayaan (disparporabud) berencana melakukan restorasi candi peninggalan Mpu Sindok itu. Targetnya, situs itu nanti menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Angin.

Kasi Sejarah, Seni, Tradisi, dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi mengatakan, bangunan Candi Lor kondisinya mulai rapuh. Beberapa batu-bata yang menopang bangunan satu per satu lepas. “Banyak yang lepas. Sebagian kami taruh di samping bangunan utama,” kata Amin kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Jika dibiarkan terus-menerus, Amin mengungkapkan, risiko terburuknya adalah ambrol. Masalahnya, ketika bangunan utama candi rusak, dinas bakal kesulitan untuk mengembalikan seperti semula. “Justru berisiko saat sudah ambrol,” lanjutnya.

Karenanya, untuk mencegah kerusakan, Amin mengatakan, dinas berupaya melakukan restorasi candi yang dibangun pada abad ke-9 itu. Restorasi itu untuk menguatkan bangunan candi. “Tapi tidak menghilangkan nilai sejarahnya,” terang Amin.

Lebih jauh Amin mengatakan, ada dua tahap restorasi yang bisa dikerjakan. Dibantu Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, yang pertama dilakukan adalah ekskavasi (penggalian). Yang kedua, penguatan struktur bangunan candi agar semakin kokoh. “Perlu tambahan batu-bata,” tandasnya.

Setelah itu, kompleks candi bisa dipercantik dengan merevitalisasi lingkungan di sekitarnya. Sejak beberapa tahun silam, disparporabud memang mengusulkan pemindahan museum Anjuk Ladang di Jl Gatot Subroto ke lokasi dekat dengan candi.

Menurut Amin, salah satu pertimbangan pemidahan tersebut adalah mendekatkan museum dengan sejarah Nganjuk. “Jadi nilai sejarah museum lebih tinggi ketika dibangun di dekat candi,” imbuhnya.

Menurut sejarahnya, lanjut Amin, Candi Lor merupakan peninggalan Mpu Sindok, menantu raja Mataram Kuno, pada abad ke-9. Candi itu dibangun sebagai tetenger kemenangan pasukan Mataram Kuno yang dibantu warga Nganjuk dari serangan Kerajaan Sriwijaya. Kala itu, Mpu Sindok melarikan diri ke Nganjuk.

Saat pertama kali dibangun, tinggi bangunan sekitar 16 meter. Setelah bangunan mulai rusak, kini tinggi candi tinggal sekitar 9,3 meter.

Amin mengungkapkan, anggaran restorasi candi baru disiapkan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2019. Disparporabud berharap, rencana tersebut terealisasi. “Setelah restorasi, Candi Lor bisa jadi destitasi wisata baru di Nganjuk,” pungkasnya. (baz/ut)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia