Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal
Kasus Keracunan Masal

Periksa Kasek dan Satpam SDN Ganungkidul 1

Pastikan Kue Sudah Kedaluwarsa Seminggu

12 Oktober 2018, 20: 00: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI

ILUSTRASI

NGANJUK - Penyidik Polres Nganjuk terus melanjutkan pemeriksaan saksi kasus keracunan masal di SDN Ganungkidul 1 pada Jumat (5/10) lalu. Kemarin giliran Kepala SDN Ganungkidul 1 Yoni Anawansih dan Nanang, satpam sekolah yang diperiksa polisi.

Ditemui koran ini kemarin, Yoni mengaku diminta menjawab pertanyaan yang disodorkan penyidik di dua lembar kertas. “Ditanya tentang kronologi peristiwa (keracunan kue tar, Red),” kata Yoni.

Kepada penyidik, Yoni mengaku tidak tahu merk kue tar yang dikonsumsi siswa. Dia juga tidak mengetahui bentuk kue sebelum dikonsumsi oleh puluhan siswa kelas VB tersebut.

Perempuan berjilbab itu mengatakan, dirinya hanya tahu jika siswa mengalami sakit perut, mual dan pusing secara bersamaan. Melihat sakit masal yang dialami siswanya, Yoni lantas menanyakan makanan yang baru dikonsumsi.

Dari sana, mereka mengaku baru saja makan kue tar. Siswa lantas diberi minyak kayu putih untuk meredakan mual. Tetapi itu tidak cukup mengobati. Yoni memutuskan membawa siswa ke Puskesmas Nganjuk setelah melihat masa expired kue yang sudah lewat seminggu. “Saya lihat tanggal (kedaluwarsa, Red) 28 September 2018,” lanjutnya.

Begitu melihat masa kedaluwarsa kue, Yoni langsung membawa siswanya ke Puskesmas Nganjuk. “Saya belum menerima hasil pemeriksaan dari puskesmas,” terang Yoni.

Sementara itu, selain memeriksa Yoni, polisi juga memeriksa Nanang, satpam sekolah. Sebab, dia adalah orang yang menerima kue tar pertama kali dari Sum, orang tua Ksa, siswa yang berulang tahun. Di depan penyidik, Nanang mengaku tak memeriksa kue di dalam kotak itu.

Selanjutnya, Nanang langsung memberikan kue kepada Ksa sebagai kejutan di hari ulang tahun Ksa. “Tadi sudah saya sampaikan (keterangan, Red) kepada penyidik,” kata Nanang.

Untuk diketahui, selain memeriksa Nanang dan Yoni, penyidik rencananya juga memeriksa Sum, pembeli kue sekaligus korban dalam kasus tersebut. Selain melanjutkan pemeriksaan saksi, rupanya penyidik juga sudah mengantongi sejumlah bukti di kasus tersebut.

Termasuk, struk pembelian kue dari Prima Swalayan. Struk tersebut sempat ditunjukkan penyidik kepada Yoni dan Nanang, yang diperiksa kemarin.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Yogi Ardhi Kristanto memastikan, pihaknya akan melanjutkan pemeriksaan para saksi di kasus keracunan kue tar.

Selain memanggil Sum, Yogi memastikan polisi juga akan memanggil pihak Prima Swalayan. “Pemanggilan ke pihak swalayan nanti sifatnya untuk meminta keterangan,” terang Yogi.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia