Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Polisi Periksa Pembeli Kue Tar

Mengaku Tak Tahu Jika Kedaluarsa

Jumat, 12 Oct 2018 19:56 | editor : Adi Nugroho

Ilustrasi keracunan.

Ilustrasi keracunan.

NGANJUK - Polres Nganjuk masih terus melanjutkan pengusutan kasus keracunan masal di SDN Ganungkidul 1 pada Jumat (5/10) lalu. Kemarin, penyidik Satreskrim Polres Nganjuk memeriksa Sum, 47, pembeli kue tar.

Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Yogi Ardi Kristanto mengatakan, selain memeriksa Sum, sedianya polisi juga memeriksa saksi dari pihak sekolah. “Untuk saksi dari pihak sekolah belum bisa dilakukan karena mereka masih ada kegiatan. Minta ditunda besok (hari ini, Red),” kata Yogi sembari menyebut penyidik akan memeriksa kepala sekolah dan beberapa guru.

Ditanya tentang hasil pemeriksaan terhadap Sum, kemarin, Yogi mengatakan, PNS Pemkab Nganjuk itu sudah membeberkan alur pembelian kue untuk ulang tahun Ksa, putrinya. “Saksi tidak tahu tanggal expired kue karena tanggalnya ada di dalam kotak,” kata Yogi.

Di depan penyidik, lanjut Yogi, Sum juga mengaku tidak tahu jika kue yang dibelinya sudah kedaluwarsa. Sum juga menegaskan jika kue yang membuat keracunan 12 siswa itu dibeli dari Prima Swalayan pada Jumat (5/10) lalu.

Sesuai keterangan Sum itu pula, Yogi mengatakan, penyidik akan memanggil penanggung jawab Prima Swalayan. Pemanggilan akan dilakukan setelah penyidik selesai memeriksa pihak sekolah dan saksi lainnya. Termasuk dari Dinas Kesehatan Nganjuk. “Dalam minggu-minggu ini,” lanjut perwira dengan pangkat tiga balok di pundak ini.

Sayang, Lilik Windarti, penanggung jawab Prima Swalayan belum bisa dikonfirmasi terkait rencana pemeriksaan polisi. Saat dihubungi melalui ponselnya, tidak diangkat.

Seperti diberitakan, keracunan masal di SDN Ganungkidul 1 terjadi Jumat lalu. Saat itu, siswa kelas V baru saja mengonsumsi kue tar yang dibawa oleh Ksa, siswa setempat yang ulang tahun.

Mereka mengonsumsi kue sekitar pukul 11.00. Beberapa saat kemudian siswa mengeluh pusing, mual dan sakit perut. Beberapa siswa juga ada yang muntah. Sebanyak 12 siswa lantas dilarikan ke Puskesmas Nganjuk.

Beruntung, dari belasan siswa tersebut tidak ada yang menjalani rawat inap. Mereka diperbolehkan kembali ke sekolah setelah diberi obat dan dievaluasi kondisinya selama 30 menit.

Menindaklanjuti kasus tersebut, Dinkes Nganjuk mengirim sampel kue ke Laboratorium Surabaya untuk diperiksa kandungannya. Demikian juga dengan Polres Nganjuk yang mengirim sampel kue ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. 

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia