Rabu, 21 Nov 2018
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kirim Sampel Kue ke Labfor

Penjualan Makanan yang Kedaluwarsa Langgar UU

Jumat, 12 Oct 2018 19:07 | editor : Adi Nugroho

Kirim Sampel Kue ke Labfor

NGANJUK - Setelah menaikkan perkara ke penyidikan, polisi terus melanjutkan pengusutan kasus keracunan masal 12 siswa SDN Ganungkidul 1. Kemarin mereka mengirim sampel kue ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengatakan, hasil uji dari labfor nanti akan jadi barang bukti perkara tersebut. “Setelah pengiriman sampel (kue tar, Red) nanti akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi,” kata perwira dengan pangkat dua melati di pundak ini.

Pria asal Bali ini mengatakan, pemeriksaan saksi yang sedianya dilakukan kemarin ditunda. Sebab, penyidik ingin mengusut perkara secara runtut. Setelah mengirim sampel kue tar ke labfor, barulah mereka mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi. 

Siapa saja yang akan dipanggil? Dewa mengatakan, semua pihak yang terkait akan diperiksa di tahap penyidikan ini. Baik belasan siswa yang keracunan, pembeli dan penjual kue tar.

Pemeriksaan para saksi, terang Dewa, untuk mendalami sangkaan pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 3 UU No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Di sana disebutkan, pedagang dilarang menjual produk yang bisa merugikan konsumen.

Di pasal 8 ayat 3 juga dijelaskan, pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar. “Sangkaannya memang begitu (UU Perlindungan Konsumen, Red) ,” tandas Dewa.

Terpisah, Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Nganjuk Sri Soebekti mengatakan, kasus keracunan masal siswa SDN Ganungkidul 1 itu jadi perhatian khusus Dinkes Nganjuk. Pascakasus itu, perempuan yang akrab disapa Etik ini mengaku akan meningkatkan pengawasan dan pembinaan produsen makanan.

Selama ini, lanjut Etik, pihaknya sudah melakukan pembinaan secara periodik. Kue tar dari luar daerah yang dijual di Prima Swalayan, menurut Etik sudah dilengkapi izin pangan industri rumah tangga (PIRT). Hanya saja, penempatan label kedaluwarsa diletakkan di dalam kardus sehingga tak terlihat. “Nanti akan kami perketat pengawasannya,” kata Etik menyayangkan penempatan tanggal kedaluwarsa yang salah itu.

Pengawasan yang ketat, tandas Etik, akan dilakukan untuk produk makanan yang berasal dari luar Nganjuk. Sebab, untuk produk lokal menurutnya sudah terpantau aman. “Dalam waktu dekat akan kami akan terjun ke lapangan untuk mengecek,” tegasnya.

Seperti diberitakan, sebanyak 12 siswa SDN Ganungkidul 1 mengalami keracunan usai mengonsumsi kue tar Jumat (5/10). Para siswa yang mengeluh mual, pusing dan sakit perut itu langsung dibawa ke Puskesmas Nganjuk untuk mendapatkan pengobatan.

Setelah dicek, ternyata kue yang dikonsumsi anak-anak sudah kedaluwarsa pada 28 September. Karenanya, kasus keracunan tersebut lantas disidik Polres Nganjuk. 

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia