Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Pelamar CPNS di Kabupaten Kediri Hampir 4 Ribu

Kamis, 11 Oct 2018 17:23 | editor : Adi Nugroho

Pelamar CPNS di  Kabupaten Kediri Hampir 4 Ribu

KEDIRI KABUPATEN - Animo menjadi pegawai pemerintah masih sangat besar. Itu bisa dilihat dari pergerakan jumlah pendaftar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Kediri. Hingga kemarin (10/10) mereka yang berebut kursi pegawai negeri itu mencapai 4 ribu pelamar.

Bahkan, jumlah itu diperkirakan tak akan bertahan lama. Dalam beberapa hari ke depan jumlahnya diperkirakan bakal bertambah dengan pesat.        “Jumlah pelamar CPNS sampai pukul 18.00 WIB sejumlah 3.922 orang,” ujar Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Sukadi kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Pertambahan yang paling besar terjadi pada tiga hari terakhir. Bila dirata-rata bisa mencapai 600 orang pendaftar per hari. Padahal, pada hari-hari sebelumnya rata-rata hanya 200-an orang per hari.

Lonjakan pendaftar ini diperkirakan terjadi karena server yang mulai normal. Atau, kemungkinan lain,  memang para pelamar sengaja mencari waktu agak belakangan untuk mendaftar.

Namun, pelamar yang telah mendaftar itu tidak serta-merta dinyatakan sebagai peserta tes CPNS. Mereka akan diverifikasi terlebih dahulu. “Detail pelamar yang memenuhi syarat atau tidak masih direkap oleh tim,” akunya.

Sementara itu, beberapa upaya dilakukan oleh pemerintah guna meningkatkan kualitas dan independensi seleksi CPNS tahun ini. Salah satunya adalah dengan tidak adanya panitia dari daerah yang bisa masuk ke tempat seleksi. “Panitia nantinya akan diambilkan dari Pusat semua,” terangnya.

Lebih lanjut, petugas yang berwenang adalah panitia seleksi nasional (Panselnas). Sukadi menambahkan bahwa area seleksi akan disterilkan dan tidak diperbolehkan memasuki tempat tes selain Panselnas dan peserta itu sendiri.

Selain itu, tiap tahapan seleksi CPNS pun dilaksanakan oleh orang atau petugas yang berbeda-beda. Seperti pembuat soal tidak sama dengan yang membawa kunci jawaban. “Begitu juga yang bertugas menjaga tes juga berbeda dengan yang membuat soal,” imbuhnya.

Penyilangan ini dimaksudkan untuk menghindari adanya permainan ‘jahat’ dari beberapa orang yang ingin memanfaatkan situasi. Dengan disilang tersebut, minimal mereka yang ingin berniat buruk harus bersekongkol dengan semua petugas di setiap tahapan. Namun, menurut Sukadi itupun akan sangat susah untuk dilakukan.

Berdasarkan keterangan Sukadi, di area tes, di basement Simpang Lima Gumul (SLG) akan dipasangi LCD monitor. Fungsinya untuk menampilkan hasil tes CPNS dari setiap peserta. “Dengan begitu semua bisa melihat sendiri (hasil tes),” tambahnya.

Pengadaan LCD monitor ini juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi pelaksanaan seleksi CPNS tahun ini. Dengan dibukanya akses publik sama besarnya, Sukadi berharap tidak ada lagi orang berniat “nitip” kepada pihak tertentu.

Sukadi juga mewanti-wanti kepada para calon peserta agar tidak percaya kepada orang yang mengaku bisa memberikan jalur khusus untuk menjadi PNS. Hal tersebut sudah dipastikan bahwa hanya orang-orang yang ingin memanfaatkan kesempatan saja.

“Jangan percaya kalau ada modus seperti itu. Bisa dipastikan kalau hal semacam itu adalah penipuan,” tegasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia