Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Pedagang Pasar Setonobetek: Jualan di Luar, Bukan Non-Aktif

11 Oktober 2018, 17: 14: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

pasar setonobetek

MASIH RAMAI: Gerbang Pasar Setonobetek Kota Kediri. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA - Penyematan istilah pedagang aktif dan non-aktif Pasar Setonobetek terus menjadi polemik. Terutama bagi para pedagang konveksi. Mereka menilai penyebutan pedagang non-aktif oleh PD Pasar Jayabaya kepada sejumlah pedagang sandang kurang tepat.

“Kami masih butuh uang. Sehingga ada pedagang yang berjualan di luar pasar. Tapi itu bukan berarti kami non-aktif,” ucap seorang pedagang konveksi yang enggan namanya ditulis di koran.

Selama ini, istilah pedagang non-aktif merujuk pada sebagian pedagang konveksi. Yaitu yang tidak menempati kios sementara maupun tidak mendapat jatah kios di Blok A. 

Selama ini lamanya pembukaan gedung baru Blok A Pasar Setonobetek juga karena imbas pembagian lapak pedagang yang belum menemui titik terang. Hal ini lantaran pendapat pembagian lapak dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri yang diwakili PD Pasar tidak seirama dengan sejumlah pedagang. Utamanya para pedagang konveksi.

Yang menjadi masalah, hampir separo pedagang konveksi masuk dalam kategori non-aktif. “Dagangan kami itu bukan bahan pokok. Jadi tidak setiap hari bisa laku. Karena itu saat relokasi kami memilih jualan di luar pasar, tapi malah disebut non-aktif,” jelasnya.

Pedagang tersebut memang mengakui bila saat ini resah dengan jumlah kios dan los yang ditentukan. Terutama untuk pedagang yang dianggap non-aktif tidak mendapat jatah. Karena selama ini yang mereka nantikan adalah pembagian lapak sesuai hasil hearing dengan DPRD komisi A dan B pada Februari 2018 silam.

Mereka menyesalkan penyematan istilah non-aktif dan aktif bagi pedagang konveksi. Karena selama ini mereka tidak bisa mengandalkan jualan di dalam pasar saja. Sehingga harus keliling di luar pasar. Namun hal tersebut hanya pilihan sementara agar penghasilannya tetap berputar.

Alasan lain mereka berdagang di luar pasar lantaran kios relokasi dianggap tidak layak. Lokasi berjualan sementara itu sering banjir saat musim hujan.

Forum Komunikasi Pedagang Konveksi (FKPK) Pasar Setonobetek menyuarakan hal yang sama. Selama ini sebagian besar pedagang konveksi yang dinyatakan non-aktif merupakan pedagang lama. Sebenarnya, sebelum relokasi para pedagang itu sudah ada. Namun memilih tutup akibat lapak di Pasar Setonobetek semakin sepi.

“Itu karena persaingan dengan pasar modern yang semakin banyak di Kota Kediri,” kata Sekretaris FKPK Fendik Darmanto.

Fendik juga menjelaskan alasan kenapa pedagang selain konveksi masih banyak yang dinyatakan aktif. Karena mereka adalah pedagang kebutuhan pokok yang setiap hari selalu dicari oleh konsumen. Apapun kondisinya pasti masih tetap laku. Tidak seperti pedagang konveksi.

Bagi pedagang konveksi, kondisi yang ada tidak memungkinkan untuk tetap bertahan berjualan di lokasi penampungan. Karena modal yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan. Akhirnya mereka memutuskan untuk menyewakan tempat yang sudah bertahun-tahun digunakan sejumlah pedagang konveksi.

“Teman-teman yang sebenarnya sudah jualan lama akhirnya tidak terdata lagi. Malah ada juga pedagang yang dinyatakan aktif padahal baru menempati satu tahun,” jelas Fendik.

Hal itulah yang menurut para pedagang menjadi kebijakan tidak adil. Menurutnya pihak pedagang konveksi tidak pernah diajak berunding dalam penetapan lapak di gedung baru. Berbeda dengan pedagang sayur dan pracangan yang sudah beberapa kali bertatap muka dengan pihak PD Pasar.

“Kami hanya minta keadilan. Ingin hak kami dikembalikan dan transparansi dari semua pihak,” tegasnya.

Sementara, Kepala PD Pasar Saiful Yazin saat dikonfirmasi menyebut bahwa memang benar pedagang konveksi hampir separo merupakan pedagang yang dikategorikan non-aktif. Namun dia menyanggah kalau pedagang tersebut tidak diberi bagian lapak di Blok A.

Separo pedagang konveksi itu menurutnya akan tetap diberikan lapak. Namun apakah di bawah atau di atas, Yazin belum bisa memastikannya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia