Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Features

Kampanyekan Gemarikan, Gelar Lomba Mewarna

Kamis, 11 Oct 2018 13:40 | editor : Adi Nugroho

SUKA: Seorang bocah asyik mewarnai gambar ikan dalam lomba di Kampung Lele, Ngadiluwih, kemarin.

SUKA: Seorang bocah asyik mewarnai gambar ikan dalam lomba di Kampung Lele, Ngadiluwih, kemarin. (RAMONA VALENTIN – RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Banyak cara untuk menggelorakan masyarakat agar menyukai menu makanan berbahan ikan. Salah satunya adalah lomba mewarnai gambar ikan. Pesertanya adalah bocah-bocah siswa pendidikan anak usia dini (PAUD).

Lomba tersebut berlangsung di Kampung Lele, Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih. Penggagasnya adalah Dinas Perikanan Kabupaten Kediri dan Tim Penggerak PKK. Peserta lomba adalah 130-an anak PAUD se-Kecamatan Ngadiluwih.

“Kegiatan ini agar masyarakat sadar terhadap kebutuhan makan ikan dan menyukai bahan pangan yang berasal dari ikan,” papar Nur Hafid, pelaksana tugas (plt) kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri pada Jawa Pos Radar Kediri kemarin (10/10).  

Nur menjelaskan bila bahan pangan yang berasal dari ikan memiliki kandungan gizi yang komplit. Serta memiliki kandungan lemak tak jenuh yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak. Terutama pada usia anak-anak.

Menurutnya, kegiatan tersebut akan terus mereka galakkan. Bahkan, tidak hanya berhenti pada lomba-lomba semacam itu, dinas perikanan juga akan mengambil langkah langsung. Yaitu dengan mengunjungi PAUD setiap minggu. Di situ mereka akan menyosialisasikan agar orang tua memberi bekal berupa bahan pangan dari ikan.

Berdasarkan data di dinas perikanan, menurut Nur, di Kabupaten Kediri pada 2017 lalu telah mengonsumsi ikan sebanyak 20 kilogram per kapita per tahun. Sedangkan pada 2018 ini ditargetkan sebanyak 21 kilogram per kapita per tahun. “Walaupun kita tidak memiliki laut, kita masih memiliki ikan hasil budidaya seperti lele, gurami, nila, bawal, dan sebagainya,” imbuh laki-laki yang kemarin mengenakan baju batik biru ini.

Dari beragam budidaya ikan tersebut, jenis ikan lele adalah yang terbesar di Kabupaten Kediri. Yaitu mencapai 14 ribu ton per tahunnya. Karena itulah, menurut Nur, melimpahnya produksi tersebut harus diimbangi dengan konsumsi tinggi oleh masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Rosyida Masykuri juga menegaskan pentingnya mengonsumsi ikan dan bahan pangan yang berasal dari ikan. “Program semacam ini bagus untuk mengingatkan masyarakat agar tidak lupa untuk gemar mengkonsumsi ikan,” terangnya sambil tersenyum.

Ia juga mengakui bila mengkonsumsi ikan adalah kebutuhan dan keharusan bagi ibu-ibu yang memiliki anak-anak usia pertumbuhan. Dia juga mengingatkan agar tidak lagi membiasakan anak-anak mengonsumsi mi instan baik untuk di rumah maupun untuk bekal ke sekolah.

Menurut istri Wakil Bupati Kabupaten Kediri ini, ikan adalah bahan pangan yang memiliki kadar lemak rendah, berprotein tinggi, serta memiliki kandungan omega tiga yang bagus untuk pertumbuhan anak usia satu sampai enam tahun.

Sementara itu, kegiatan kampanye gemar makan ikan yang dirupakan lomba mewarnai itu disambut gembira oleh peserta. Apalagi, juga diwarnai penampilan tarian dan senam oleh anak-anak. Menurut Malika, seorang bocah peserta, kegiatan seperti itu menyenangkan.

“Mau ikut lagi kalau ada lomba mewarnai ikan, soalnya lucu, senang.” ucapnya malu-malu. Gadis kecil berjilbab ini juga menjelaskan bila ia gemar makan ikan saat menggunakan ‘topping’ kecap di atasnya. 

(rk/die/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia