Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
Satpol PP Razia Kamar Kos

Tepergok dengan Pakaian Berantakan

Bukan Suami-Istri se-Kamar

11 Oktober 2018, 13: 31: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

DIBINA: Petugas Satpol PP melakukan pendataan pada pasangan remaja yang terjaring razia di beberapa rumah kos, kemarin.

DIBINA: Petugas Satpol PP melakukan pendataan pada pasangan remaja yang terjaring razia di beberapa rumah kos, kemarin. (ANDHIKA ATTAR - RADARKEDIRI.JAWAPOS.COM)

KEDIRI KABUPATEN – Sepasang remaja yang belum berstatus suami-istri tapi berduaan di kamar kos. Problem seperti itu yang terus menyeruak dalam berbagai operasi yang digelar oleh Satpol PP. Seperti yang ditemukan saat Satpol PP Kabupaten Kediri menggelar razia di rumah-rumah kos, kemarin (10/10).

Dan, ibarat lagu lama, petugas pun kembali menemukan tiga pasang remaja bukan suami-istri berduaan di dalam kamar kos. Saat dilakukan penggeladahan, kondisi pakaiannya remaja tersebut pun sudah berantakan. Mereka ditengarai tengah melakukan tindakan asusila di dalam kamar.

“Dari kondisi pakaiannya sudah bisa kita simpulkan sendiri,” ujar Tony Subiyanto, kasi Opsdal Satpol PP Kabupaten Kediri kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin sore di ruangan kerjanya.

Ada dua rumah kos yang disasar oleh petugas. Kedua rumah kos tersebut berada di Desa Bringin, Kecamatan Badas. Tempat pertama yang dituju petugas adalah milik KSR. Tempat ini ditengarai seringkali digunakan untuk praktik asusila.

Meskipun berada di dalam perkampungan, rumah kos milik KSR ini memiliki kamar yang relatif banyak. Berjumlah 17 kamar. Sepuluh kamar di antaranya di bagian depan. Sisanya di bagian belakang.

Di tempat itu petugas menemukan sepasang muda-mudi yang tengah berduaan di dalam kamar kos. Saat diperiksa petugas, kondisi kamar sedang terkunci rapat. Petugas pun kemudian menyuruh kepada pemilik kamar untuk segera membukakan pintu.

“Mereka mengaku hanya menyewa kamar untuk sebentar saja. Keduanya tidak tinggal di rumah kos tersebut,” terang Toni.

Selain sepasang muda-mudi bukan suami-istri tersebut, petugas juga mengamankan seorang perempuan penghuni kamar kos. Ia disinyalir adalah seorang purel di salah satu rumah karaoke di Pare.

Menurut keterangan Toni, pemilik rumah kos diduga telah mengetahui jika tempatnya seringkali digunakan untuk praktik prostitusi. Namun kemungkinan karena adanya untung yang menggiurkan, KSR tidak mempermasalahkannya.

“Pemilik akan kami periksa lagi terkait izin peruntukan rumah kos,” bebernya. Pasalnya, dalam peraturannya rumah kos yang memiliki 10 kamar lebih harus membayar retribusi kepada daerah.

Lokasi kedua yang disasar adalah rumah kos milik BS. Kali ini petugas menemukan dua pasang remaja yang juga bukan suami-istri sedang berduaan di dalam kamar. Seperti yang sebelumnya, kondisi pakaian pasangan ini pun terlihat berantakan.

Rumah kos milik BS memiliki dua lantai dengan enam kamar. Di sana, petugas juga menemukan satu perempuan yang juga ditengarai bekerja sebagai purel di salah satu tempat karaoke di Kabupaten Kediri.

Total dari dua rumah kos yang disasar petugas, ada delapan muda-mudi yang diamankan petugas. Mereka semua masih berumur sekitar 20 tahunan. Berdasarkan keterangan Toni, semua yang terjaring razia kali ini sudah berstatus bekerja. “Ada yang bekerja di toko dan pabrik. Namun ada juga yang menjadi purel,” bebernya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia