Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Segera Perbaiki Puluhan Titik Jalan Rusak

Pastikan Rekanan Tol Tanggung Pembiayaan

11 Oktober 2018, 08: 54: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

TAGIH KOMITMEN: Bupati Novi Rahman Hidhayat (kiri) berbincang dengan Kasatket Proyek Tol Soker Kementerian PUPR Javid Hurriyanto (tengah), kemarin. Novi meminta perbaikan jalan rusak segera dilakukan.

TAGIH KOMITMEN: Bupati Novi Rahman Hidhayat (kiri) berbincang dengan Kasatket Proyek Tol Soker Kementerian PUPR Javid Hurriyanto (tengah), kemarin. Novi meminta perbaikan jalan rusak segera dilakukan. (ANWAR BAHAR BASALAMAH - RadarKediri.JawaPos.com)

NGANJUK – Puluhan titik jalan rusak di Kabupaten Nganjuk yang terdampak proyek tol dan double track dipastikan bakal mulus dalam waktu dekat. Ini setelah Bupati Novi Rahman Hidhayat menemui perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di kantor pejabat pembuat komitmen (PPK) tol Kelurahan Begadung, Nganjuk, kemarin.

Kepada koran ini Novi mengatakan, dari total 40 titik jalan rusak akibat proyek, sebanyak 26 titik diantaranya akan diperbaiki tahun ini. “Akhir tahun ini harus tuntas 26 titik,” kata Novi usai bertemu dengan  Kepala Satker Proyek Tol Soker Kementerian PUPR Javid Hurriyanto, kemarin.

Lebih jauh Novi mengatakan, dari total 40 titik jalan rusak itu, satu titik merupakan jalan provinsi. Adapun 39 titik lainnya merupakan jalan kabupaten. Setelah 26 titik jalan kabupaten diperbaiki akhir tahun ini, 13 titik sisanya akan menyusul tahun depan.

Dalam pertemuan kemarin, lanjut Novi, pemkab juga kembali menegaskan jika biaya perbaikan puluhan titik jalan rusak itu ditanggung oleh rekanan tol. “Saya datang hari ini (kemarin, Red) meminta rekanan segera memperbaiki kerusakan jalan akibat proyek,” lanjutnya.

Langkah itu, lanjut Novi, merespons keluhan masyarakat tentang kerusakan jalan di desanya. Saat musim kemarau, jalan desa mereka dipenuhi debu. Sedangkan saat musim hujan berubah menjadi becek.

Sementara itu, terkait teknis perbaikan jalan rusak, Novi mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada rekanan dan PPK tol. Demikian juga dengan penentuan titik jalan mana saja yang bisa diperbaiki tahun ini.

Untuk diketahui, kerusakan ruas jalan dampakk tol terjadi di 14 kecamatan. Yakni Kecamatan Baron, Patianrowo, Bagor, Kertosono, Rejoso, Berbek, Lengkong, Jatikalen. Kemudian, Nganjuk, Loceret, Tanjunganom, Pace, Sukomoro, dan Prambon.

Ruas jalan yang rusak di antaranya, ruas Patihan-Jetis, Sukomoro-Ngrengket, Baron-Warujayeng, Barong-Prambon. Kemudian, Jl Dermojoyo, Kemaduh-Lengkong, Jlumpang-Balongrejo, Loceret-Tanjungrejo, Bungur-Kajang, dan Sukomoro-Kecubung.

Terpisah, Kepala Satker Proyek Tol Soker Kementerian PUPR Javid Hurriyanto mengatakan, tiga rekanan tol sudah berkomitmen memperbaiki 26 ruas jalan tahun ini. Yakni, PT Wijaya Karya (Wika), PT Pembangunan Perumahan (PP) dan China Road and Bridge Corporation (CRBC). “Itu sudah menjadi tanggungjawab rekanan,” kata Javid.

Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi terkait perbaikan sebanyak 26 ruas jalan di tahun ini. Pasalnya, meski pengerjaan jalan tol Kertosono-Wilangan ditarget Desember 2018, kontrak kerja sebenarnya baru berakhir Juli 2019. “Jadi saat ini kami fokus menyelesaikan tol,” lanjutnya.

Sesuai target, Javid mengungkapkan, tol  Kertosono-Wilangan akan dioperasionalkan pada Desember 2018. Sampai hari ini, progresnya mencapai 86 persen. Itu berarti ada sisa sekitar 14 persen yang harus dirampungkan dalam waktu 2,5 bulan.

Untuk mengejar target tersebut, rekanan harus bekerja siang dan malam. Beberapa pekerjaan yang belum dirampung adalah main road. Yang terdiri dari rigid pavement (pengerasan beton) dan flexible pavement (pengaspalan bahu jalan). Pekerjaan minor lain adalah drainase dan pemenuhan timbunan di kanan-kiri badan jalan. “Kami juga harus menyelesaikan struktur beberapa jembatan untuk pengecoran plat lantai,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia