Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

18 Pelajar Bolos Terjaring Razia

Rabu, 10 Oct 2018 21:06 | editor : Adi Nugroho

KENA: Petugas Satpol PP mendata dua pelajar yang terjaring razia di Selopanggung, kemarin.

KENA: Petugas Satpol PP mendata dua pelajar yang terjaring razia di Selopanggung, kemarin. (ANDHIKA ATTAR - RADARKEDIRI.JAWAPOS.COM)

KEDIRI KABUPATEN - Satpol PP Kabupaten Kediri kembali melakukan operasi cendekia kemarin (9/10). Yaitu untuk menjaring pelajar yang membolos sekolah. Kali ini, sebanyak  18 pelajar terjaring petugas berjumlah 18 siswa yang didominasi murid sekolah menengah kejuruan (SMK).

Operasi cendekia ini memang menjadi kegiatan rutin dari Satpol PP Kabupaten Kediri. Ada dua tempat yang disasar oleh 17 petugas dalam operasi kali ini. Keduanya berada di Kecamatan Semen. Yaitu warung lesehan di Desa Selopanggung dan Warung Lestari di Desa Semen.

Petugas pertama menyasar warung lesehan di Desa Selopanggung sekitar pukul 10.00 WIB. “Ada sembilan pelajar yang membolos di warung tersebut saat kita tiba di sana,” ujar Toni Subiyanto, kasi Opsdal Satpol PP Kabupaten Kediri.

Saat petugas tiba, pelajar tersebut ditengarai sedang asyik ngopi sehingga tidak menyadari kehadiran petugas. Tidak ada pelajar yang kabur kali ini. Pelajar tersebut terdiri dari berbagai sekolahan. Umur di kisaran 14 – 17 tahun.

Kepada petugas, ada pelajar yang mengaku membolos karena ada acara di sekolahnya. Sementara ada pula yang mengaku berbagai macam alasan lainnya seperti terlambat masuk sekolah. “Ada juga yang jujur mengaku sengaja untuk membolos,” aku Toni.

Setelah itu, petugas menyasar lokasi kedua sekitar pukul 11.00 WIB. Ironisnya, warung yang dipakai oleh pelajar untuk membolos berada di seberang bekas kantor UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Semen. Jumlah pelajar yang berada di sana juga sama persis dengan lokasi pertama. Yaitu sembilan pelajar.

Hampir sama dengan penanganan di tempat pertama, sembilan pelajar telah didata dan dibina. Sebanyak 18 pelajar yang bolos sekolah ini langsung dibawa menuju kantor Kecamatan Semen. Di sana mereka tersebut juga diberikan pembinaan lagi.

“Kita tekankan pentingnya sekolah dan bagaimana usaha orang tua mereka untuk membiayai sekolah,” ujar Toni. Selain itu, pelajar tersebut juga disuruh untuk menghafalkan Pancasila dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Menurut keterangan Toni, mayoritas pelajar yang terjaring razia ini adalah siswa SMK yang tersebar di Kabupaten dan Kota Kediri. Ada 12 pelajar SMK yang terjaring kali ini, sedangkan sisanya siswa SMP. 

(rk/die/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia