Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Kejar Target, Luas Panen Jagung Hingga 30 Ribu Hektare

Musim Kemarau Panjang, Panenan Lebih Melimpah

10 Oktober 2018, 20: 51: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

MELIMPAH: Petani Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret memanen tanaman jagungnya. Selain kualitas panenan yang bagus, harga jual jagung kering tahun ini juga relatif tinggi hingga petani bisa mendapat untung besar.

MELIMPAH: Petani Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret memanen tanaman jagungnya. Selain kualitas panenan yang bagus, harga jual jagung kering tahun ini juga relatif tinggi hingga petani bisa mendapat untung besar. (ANWAR BAHAR BASALAMAH - RadarKediri.JawaPos.com)

NGANJUK – Musim kemarau panjang tahun ini berdampak pada melimpahnya panenan jagung. Dinas Pertanian (Dispertan) Nganjuk pun optimistis bisa mengejar target luas panen tanaman jagung sampai 30 ribu hektare, tahun ini.

Plt Kepala Dispertan Kabupaten Nganjuk Istanto Winoto mengatakan, cuaca tahun ini hampir sama dengan 2015 dan 2017 lalu. Yaitu, musim kemarau dimulai Juni hingga Oktober. Di tahun tersebut, lanjut Istanto, Kabupaten Nganjuk mampu melampau target panenan jagung.

Pada 2015 lalu, luas panenan jagung mencapai 31.566 hektare. Adapun tahun lalu mencapai 32 ribu hektare. “Kondisi cuaca 2016 berbeda dengan tahun ini. Panenan jagung jeblok,” kata Istanto sembari menyebut luas panenan hingga November 2016 baru mencapai 24.324 hektare.

Lebih jauh Istanto mengatakan, biasanya musim tanam jagung dimulai Juni atau Juli. Musim penanaman tahun ini bertepatan dengan musim kemarau yang lebih cocok untuk tanaman jagung. Sebab, hama lebih bisa ditekan.

Hanya saja,  petani harus pintar mengairi lahan. “Di musim kemarau, air permukaan mengering. Makanya banyak memakai pompa dengan pipa yang dalam,” lanjutnya.

Di Kabupaten Nganjuk, terang Istanto, ada beberapa kecamatan yang menjadi sentra tanaman jagung. Yakni, Kecamatan Patianrowo, Tanjunganom, Pace, dan Loceret.

Sementara itu, Darmaji, petani asal Desa Kepanjen, Kecamatan Pace mengakui, panenan tahun ini melimpah. Di lahannya seluas 250 ru di Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret, dia bisa memanen jagung sekitar 2 ton. “Tahun ini bagus hasil panennya,” katanya.

Pria 54 tahun ini mengaku mulai menanam jagung pada Juli lalu. Setelah tiga bulan, Darmaji bisa panen pada awal Oktober. “Setahun hanya sekali ditanam. November, kembali tanam padi,” lanjutnya.

Darmaji mengaku senang karena panen yang melimpah diikuti harga yang bagus. Tiap kilogram jagung kering harganya Rp 4.600. Dengan panenan dua ton, dia bisa mendapatkan uang Rp 9,2 juta.

Hasil tersebut menurut Darmaji masih membuatnya untung. Sebab, biaya perawatan tanamannya sebesar Rp 4 juta. Itu sudah termasuk biaya pupuk, pengairan dan tenaga yang menggarap tanaman. “Masih untung,” tandasnya senang.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia