Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
Razia Rumah Kos Bandarkidul

Siswa SMA Tepergok Sekamar

Rabu, 10 Oct 2018 19:34 | editor : Adi Nugroho

BIKIN MALU: Petugas Satpol PP Kota Kediri memberikan pembinaan kepada pasangan bukan suami istri yang terjaring razia di rumah kos Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto, kemarin.

BIKIN MALU: Petugas Satpol PP Kota Kediri memberikan pembinaan kepada pasangan bukan suami istri yang terjaring razia di rumah kos Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto, kemarin. (IQBAL SYAHRONI - RADARKEDIRI.JAWAPOS.COM)

KOTA KEDIRI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri merazia tempat kos di Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto, sekitar pukul 10.00, kemarin. Hasilnya, dua pasangan bukan suami istri yang berada di satu kamar terjaring. Ironisnya, salah satunya masih berstatus pelajar SMA.

Selain mereka, SL, 18, perempuan yang menyewakan kamar, ikut diamankan. “Kelimanya diamankan regu satu dari tempat kos,” ujar Kabid Tramtibum Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Dia mengatakan, sebelumnya petugas mendapat aduan masyarakat. Setelah dicek ternyata benar. Ada dua remaja dalam satu kamar kos. Keduanya, AA, 17, siswa SMA, asal Ngadirejo, Kecamatan Kota Kediri, dengan pasangannya OT, 17, siswi SMA, asal Wonojoyo, Kecamatan Gurah.

Sedangkan pasangan kedua sama-sama berdomisili di Kecamatan Kras. Mereka, RC, 23, warga Desa Nyawangan, dan ZA, 21, warga Desa Rejomulyo. Keempatnya mengaku, menyewa kamar per jam dari SL, warga Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota Kediri.

Menurut Nur Khamid, SL awalnya menyewa kamar per bulan ke pemilik kos. Lalu ia menyewakan lagi per jam ke orang lain. “Kelimanya kami beri pembinaan dan pengarahan agar tidak mengulangi hal tersebut,” tuturnya.

Setelah itu, mereka dijemput orang tua atau keluarganya di mako satpol PP di Jalan Veteran, Kota Kediri. Nur Khamid menambahkan, aturan penyewaan kos per jam itu dilarang. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih marak terjadi.

Ia menyatakan, merazia untuk menekan angka kenakalan pada remaja, seperti balap liar, minuman keras, membolos sekolah, hingga pergaulan bebas di kos-kosan. Satpol PP akan terus melakukan giat operasi untuk menciptakan ketenteraman, keamanan, dan ketertiban umum di Kota Kediri.

Ketika dilakukan pemeriksaan terhadap pemilik kos, ternyata dia tidak dapat menunjukkan surat izin. Alhasil regu patroli satpol PP melakukan penyegelan di rumah kos tersebut. “Sampai terbit surat izin, maka penyegelan baru diberhentikan,” ujar Nur Khamid.

(rk/die/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia