Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Otak Pelaku Skimming Divonis 7 Tahun

Rabu, 10 Oct 2018 19:28 | editor : Adi Nugroho

LEBIH RINGAN: Seorang terdakwa kasus skimming Bank BRI keluar ruang persidangan setelah mendengar vonis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, kemarin.

LEBIH RINGAN: Seorang terdakwa kasus skimming Bank BRI keluar ruang persidangan setelah mendengar vonis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, kemarin. (IQBAL SYAHRONI - RADARKEDIRI.JAWAPOS.COM)

KEDIRI KABUPATEN – Empat terdakwa kasus skimming Bank BRI diganjar hukuman berbeda di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, kemarin. Paling berat, vonis terhadap Supeno, 44, warga Dusun Tambak, Desa Ngadi, Mojo yang didakwa otak pelakunya.

Majelis hakim memutuskan hukuman tujuh tahun penjara. Lebih ringan satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tomy Marwanto yang menuntutnya delapan tahun.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar UU Nomor 19/2016 sebagaimana perubahan dalam UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” kata Ketua Majelis Hakim Mellina Nawang Wulan di ruang sidang Candra, sekitar pukul 13.30 WIB, kemarin.

Selain UU itu, Supeno juga dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Penerapan UU yang sama juga diterima terdakwa Nur Mufid, 41. Namun, vonis pria asal Desa Sanirejo, Kecamatan Kaliwangu, Kendal, Jawa Tengah ini lebih ringan.

Dari tuntutan JPU lima tahun penjara, majelis hakim mengganjarnya hukuman kurungan empat tahun. Sementara vonis dua terdakwa lainnya, Mustofa, 38, asal Dusun Tebokan, Desa Boro, Kedungwaru, Tulungagung, dan Sujianto, 50, warga Dusun Kedungringin, Desa Nguter, Pasirian, Lumajang lebih ringan.

Jika sebelumnya, JPU menuntut tiga tahun enam bulan, kemarin, hakim mengganjarnya dengan hukuman dua tahun enam bulan atau 2,5 tahun. Keringanan hukuman itu lantaran peran keduanya tak terlalu vital. Dalam ksus tersebut, Mustofa dan Sujianto berperan sebagai pemasang alat skimming di anjungan Auto Teller Machine (ATM).

Sedangkan Nur Mufid bertugas mengambil uang nasabah di ATM BRI tersebut. Mustofa dan Sujianto didakwa dengan pasal 46 ayat 2 UU Nomor 19/2016 perubahan UU Nomor 11/2008 tentang ITE dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Untuk diketahui, kasus skimming ini merugikan sekitar 400 nasabah BRI. Nilai kerugian mencapai Rp 2,2 miliar. Sedangkan ATM yang menjadi sasaran adalah ATM Diva Swalayan Ngadiluwih, ATM BRI di Jl Doho, dan ATM BRI di RS Muhammadiyah Kediri.

Keempatnya diberikan kesempatan untuk berpikir selama tujuh hari, apakah ingin mengajukan banding atau tidak. “Dengan ini sidang ditutup,” ujar Mellina sambil mengetuk palu persidangan.

(rk/die/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia