Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Populasi Sapi Perah meningkat

Rabu, 10 Oct 2018 19:22 | editor : Adi Nugroho

BERTAMBAH: Purwanto, peternak, membersihkan badan sapi miliknya kemarin.

BERTAMBAH: Purwanto, peternak, membersihkan badan sapi miliknya kemarin. (RAMONA T VALENTIN - RADARKEDIRI.JAWAPOS.COM)

KEDIRI KABUPATEN - Populasi sapi perah di Kabupaten Kediri mengalami peningkatan dibanding semester pertama tahun 2017. Dari semula 9.815 ekor sapi perah menjadi 10.277 ekor. Atau, bila dipersentase berarti ada peningkatan sebesar 4,02 persen.

Peningkatan tersebut disebabkan oleh dua hal. Selain karena manajemen dari para peternak yang semakin baik, juga karena permintaan akan susu sapi meningkat.

“Jumlah sapi perah memang meningkat, yang didukung sistem manajemen sapi perah yang baik,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih

Menurutnya, meningkatnya permintaan susu segar tersebut berasal dari kalangan pabrik dan  usaha mikro kecil menengah (UMKM). Hal itu seiring berkembangnya produk-produk pangan dengan olahan bahan dasar susu segar. Tutik juga mengakui bila dengan perolehan tersebut secara tidak langsung ikut serta membantu perekonomian peternak di Kabupaten Kediri.

Berdasarkan data dari DKPP Kabupaten Kediri, populasi sapi perah semester pertama di tahun sebelumnya sebesar 9.815 ekor. Dan bertambah sebanyak 413 sapi perah menjadi 10.277 sapi perah. Untuk populasi sapi perah terbesar tahun 2017 berada di kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri dengan total 3.636 ekor. Sedangkan untuk tahun ini masih tahap pendataan hingga akhir tahun. “Meningkatnya jumlah sapi perah juga didukung permintaan susu yang mengalami peningkatan,” imbuh perempuan berkerudung ini.

Untuk produksi susu sapi sendiri sebesar 5,02 juta liter. Dengan konsumsi sebesar 2,81 juta liter per semester pertama 2018.

Dokter hewan di Kecamatan Wates drh Carolina memperkuat pernyataan Tutik tersebut. “Permintaan susu segar tidak hanya untuk konsumsi pribadi, melainkan permintaan pabrik. Sampai permintaan UMKM untuk diolah jadi permen,” jelas perempuan berkacamata ini.

Carolina juga mengakui bila dengan adanya permintaan susu  yang meningkat, peternak sapi perah semakin semangat membudidayakannya agar tumbuh menjadi sapi perah sehat dengan produksi susu yang baik. Untuk Kecamatan Wates sendiri, diakui Carolina bila peningkatan permintaan terhadap susu sapi sebesar 5 sampai 10 persen. “Ini masih Wates, belum kecamatan lainnya yang tersebar di Kabupaten Kediri,” Imbuhnya.

Peningkatan tersebut secara otomatis memberikan dampak ekonomi bagi peternak maupun warga yang ikut berperan dalam kegiatan peternakan sapi. Untuk kalangan UMKM biasanya menggunakan bahan dasar susu segar untuk pembuatan permen, es krim, yoghurt, STMJ, dan olahan makanan lainnya yang menggunakan bahan susu.

Sementara itu, Purwanto, salah seorang peternak sapi di Wilayah Wates mengakui hal demikian. “Alhamdulillah permintaan susu sapi meningkat, tetangga juga  beli setiap harinya sampai 3 botol,” ujarnya. Bagi laki-laki yang memiliki 6 sapi perah ini dengan adanya peningkatan permintaan susu dapat membantu kesejahteraan peternak sapi perah walapun tidak langsung dalam jumlah besar. 

(rk/die/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia