Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Mobil Plat Merah Ikut Kampanye, Boleh?

10 Oktober 2018, 17: 14: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

bawslu plat merah

BUKTI: Ketua Bawaslu Mansur menunjukkan foto mobil plat merah di lokasi kampanye. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA- Masa kampanye pemilihan umum (Pemilu) 2019 telah dibuka sejak (23/9) silam. Dan, belum genap satu bulan berjalan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan adanya dugaan pemanfaatan fasilitas negara pada pelaksanaan kampanye di Kota Kediri. Dugaan pelanggaran itu dilakukan oleh salah satu tim kemenangan dalam kampanye cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno yang diselenggarakan Jumat (28/9) lalu.

Ketua Bawaslu Kota Kediri Mansur menyampaikan, pihaknya menemukan fakta ada mobil berplat merah saat pertemuan Cawapres Sandiaga Uno dengan tim pemenangan di IKCC. “Memang awalnya tidak ada kejanggalan. Namun ketika mau selesai, pengawas kita (PPL) menemukan mobil plat merah di depan IKCC,” kata Mansur kepada Jawa Pos Radar Kediri.

bawaslu

MOBIL SIAPA TUH?: Bukti foto mobil plat merah yang berada di lokasi kampanye. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

Dari temuan tersebut, kemudian PPL mendokumentasikan mobil yang diduga milik anggota dewan tersebut. Karena sudah selesai dan tidak tahu siapa pemilik mobil itu, akhirnya PPL mengikuti mobil itu hingga di Kafe Titik Nol Jalan Basuki Rahmat. Tepatnya di depan kantor balai kota. Di tempat itu Sandiaga Uno juga melangsungkan kampanye malam itu.

“Ternyata di kafe Titik Nol, yang bersangkutan ada dan diketahui juga ikut kampanye di sana,” tambahnya.

Dari keterangan Mansur, mobil warna hitam itu terparkir di depan balai kota. Foto hasil dokumentasi PPL menjadi bukti kuat bahwa ada keterlibatan tim kampanye yang menggunakan fasilitas negara saat itu. Selain foto mobil, Bawaslu juga mendapat temuan berupa foto yang diduga adalah salah satu anggota dewan di Kabupaten Kediri. Tokoh tersebut masuk dalam tim kampanye Prabowo-Sandi yang ikut pada pelaksanaan kampanye di Kafe Titik Nol malam itu.

“Sejauh ini kami telah melaporkannya ke Bawaslu Provinsi,” tegasnya.

Sementara itu, dari keterangan Mansur hingga kini yang bersangkutan belum dilakukan klarifikasi.Namun, Bawaslu tengah mempersiapkan sanksi, apabila oknum anggota DPRD Kabupaten Kediri itu dinyatakan benar-benar melanggar aturan. Di mana sanksi administrasinya berupa peringatan tertulis hingga tidak boleh mengikuti kampanye berikutnya. Sedangkan bila terbukti dan termasuk pidana, maka untuk sanksinya berupa hukuman satu tahun penjara dan denda sebesar Rp 12 juta.

“Nanti tergantung pembuktian dari pihak kepolisian dan kejaksaan,” sahutnya.

Mansur menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan bersama Satreskrim Polres Kediri Kota. Mereka akan menganalisis sembari mengumpulkan bukti-bukti lain untuk menguatkan dugaan pelanggaran tersebut.

Berkas bukti-bukti itu baru teregistrasi Senin (8/10). Sehingga kemarin Bawaslu mulai melakukan langkah-langkah dan akan memanggil sejumlah saksi. Hingga kemarin Bawaslu Kota Kediri juga sudah melakukan koordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Kediri. Hal ini lantaran kejadiannya lintas wilayah.

“Sudah kami rapat plenokan untuk melangkah ke pemanggilan saksi. Saat ini Bawaslu Kabupaten Kediri juga tengah membantu mencari bukti-bukti lain berupa surat hak guna pakai mobil dinas terkait dugaan pelanggaran tersebut,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia