Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bolos, Kongko di Warung Kopi, Pelajar Terjaring Razia

10 Oktober 2018, 16: 48: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

razia pelajar

BERI EFEK JERA: Petugas Satpol PP Kabupaten Kediri menjaring dua pelajar yang membolos saat jam pelajaran di sekolah. Mereka diamankan di warung kopi, timur jembatan Wijayakusuma, Desa Tambibendo, Kecamatan Mojo. (Satpol PP Kediri For RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Satpol PP Kabupaten Kediri menjaring pelajar bolos, kemarin (8/10). Sekitar pukul 10.30 WIB, aparat penegak perda ini mengamankan dua siswa yang kongko di warung kopi timur jembatan Wijayakusuma, Desa Tambibendo, Mojo.

Kedua pelajar dari Kecamatan Kras yang terjaring razia ini adalah MFI, 14, warga Desa Jabang, dan AKW, 14, warga Desa Bendosari. MFI dan AKW masih kelas dua SMP.

“Saat kita ke sana, mereka sedang ngopi,” ujar Toni Subiyanto, kasi Opsdal Trantibum Satpol PP Kabupaten Kediri, kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin siang (8/10) di ruangan kerjanya.

Sebenarnya ada enam pelajar yang berada di warung kopi tersebut. Namun empat siswa yang telah menyadari kedatangan mobil satpol PP langsung melarikan diri. Mereka kabur naik dua sepeda motor. Keempat pelajar tersebut langsung tancap gas.

Sementara itu, MFI dan AKW tidak sempat melarikan diri karena sepeda motor yang dikendarai langsung dihadang oleh petugas. “Mereka terkepung dan tidak bisa ke mana-mana,” imbuh Toni.

Kedua pelajar tersebut mengaku, membolos karena terlambat datang ke sekolah. Berdalih takut dihukum oleh pihak sekolah, mereka memutuskan untuk sekalian membolos di warung kopi tersebut. Oleh petugas, keduanya pun diberikan nasihat dan bimbingan agar tidak membolos lagi.

Selain itu, MFI dan AKW juga diminta menghafalkan Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka pun diminta petugas untuk mengisi dokumen berita acara Satpol PP Kabupaten Kediri.

Setelah didata, kedua remaja ini dibawa ke sekolah untuk mendapatkan tindak lanjut. MFI dan AKW beserta sepeda motornya dinaikkan ke truk satpol PP menuju sekolahnya di salah satu SMP negeri Kecamatan Kras.

Menurut keterangan Toni, pihak sekolah berterima kasih kepada petugas karena membantu memberikan efek jera kepada siswanya yang membolos. “Semoga mereka jera dan tidak mengulanginya lagi,” harap Toni.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia