Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Negosiasi Pedagang dan PD Pasar Jayabaya Masih Alot

09 Oktober 2018, 19: 57: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

pasar setonobetek

KOSONG: Seorang warga melintasi lorong Pasar Setonobetek yang kios-kiosnya belum ditempati. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA - Negosiasi yang dilakukan pihak PD Pasar Jayabaya Kota Kediri dengan pedagang konveksi masih berlangsung alot. Bila pedagang lain sudah menyepakati hasil mediasi kemarin siang, tidak demikian dengan para pedagang konveksi. Kelompok pedagang ini tetap ngotot mendapatkan lapak seperti yang dijanjikan usai hearing dengan DPRD 1 Februari 2018.

Forum Komunikasi Pedagang Konveksi (FKPK) bahkan mengaku menemukan sejumlah kejanggalan yang merugikan pedagang, khususnya konveksi dalam pembagian lapak kali ini. Salah satunya adalah adanya sisa kios kosong yang selama ini belum diberitahukan kepada pedagang.

“Dalam gambar rencana pembagian yang ditunjukkan saat rapat tadi (kemarin, Red), ternyata masih ada 9 kios kosong,” kata sekretaris FKPK Fendik Darmanto usai rapat koordinasi kemarin siang.

Fendik menyampaikan bahwa dalam diskusi yang berlangsung sekitar 2 jam itu memang seluruh pedagang menyetujui keputusan PD Pasar. Namun menurutnya, kali ini yang masih dirugikan adalah pihak konveksi. Sebab, dari dulu yang dijanjikan saat kesepakatan dengan DPRD itu tetap saja tidak dipedulikan oleh PD Pasar.

“Sebenarnya kami sudah mengusulkan beberapa pilihan alternatif agar teman-teman pedagang konveksi bisa semuanya tertampung,” jelasnya.

Dari usulan tersebut salah satunya adalah kios Bank Jatim yang rencananya berada di bawah, bisa dialihkan ke atas. Rencananya kios bawah yang akan ditempati Bank Jatim tersebut ingin diminta oleh pedagang. Dengan alasan bahwa kios bank baik di atas maupun di bawah akan selalu menjadi jujukan orang.

“Kalau di atas kan juga menguntungkan pedagang yang berjualan di sana (lantai atas, Red), karena kebanyakan orang pasti butuh bank tersebut,” bebernya.

Tak hanya itu, FKPK juga keberatan jika 16 pedagang yang terdampak pembangunan blok A, namun mereka bukan pedagang asli blok A ikut, dimasukkan di lantai bawah. Karena sebenarnya mereka yang terdampak itu masuk di blok C. Namun karena terdampak pembangunan blok A mereka direlokasi dan sama-sama masuk di blok A. Karena itu FKPK meminta mereka agar ditempatkan di lantai atas saja, bukan di bawah. Karena selama ini menurut Fendik status mereka masih numpang.

“Kami yang asli blok A masak dikasih di lantai 2? Padahal dari 70 los yang kami inginkan hanya dipenuhi 44. Jika ditambah 16 dari pedagang yang sebenarnya di blok C itu, totalnya masih 60,” kilahnya.

Apabila dikurangi 10 FKPK masih memakluminya. Namun kalau dikurangi terlalu banyak, dari 70 menjadi 44 FKPK masih keberatan. Solusi yang terbaik menurut FKPK adalah pedagang yang bukan asli blok A dan terdampak disarankan ditempatkan di lantai dua saja. Otomatis mereka nanti bakal dipindah ke Blok C apabila pembangunan sudah selesai semua.

Wakil Direktur PD Pasar Ikhwan Yusuf menyampaikan hasil keputusan rapat koordinasi kemarin masih sesuai dengan data relokasi, yakni 424 pedagang.  Terdiri dari 55 kios dan sisanya 369 los.

“Dari hasil rapat hari ini (kemarin, Red), disepakati atau tidak, pimpinan mengambil kebijakan dari mayoritas suara. Karena mereka sudah sepakat,” tegas Ikhwan.

Ikhwan menyebut bahwa pada pembukaan yang direncanakan pada bulan ini akan dikembalikan ke konsep awal. Karena semua pedagang punya hak, tidak hanya konveksi saja. Dan yang perlu ditekankan, PD Pasar tidak akan serta merta mengesampingkan keinginan dan usulan dari pedagang yang belum menyepakati peraturan tersebut.

“Artinya setelah 424 ini tertata, kalau masih ada sisa, ya nanti dari pedagang yang tidak aktif ingin berdagang dan berjualan lagi baru kita tampung. Tapi dengan catatan 424 ini ditata dulu,” jelasnya.

Pedagang konveksi lain yang namanya tidak mau dikorankan menyebut, keputusan PD Pasar untuk segera membuka blok A dalam waktu dekat dirasa sangat terburu-terburu. Pasalnya, di tengah situasi yang masih belum kondusif ini seharusnya pihak PD Pasar selaku wakil pemerintah harus bisa memberi solusi agar tidak berat sebelah. Artinya tidak menyetujui sepenuhnya aspirasi dari pedagang konveksi.

“Saya yakin kalau dibuka pertengahan bulan ini sesuai apa yang disampaikan direktur PD Pasar, pasti banyak pedagang yang belum siap. Di sisi lain pemindahan itu juga tidak semudah yang dibayangkan,” tukasnya.

Sebelumnya, Direktur PD Pasar Saiful Yazin menyebut bahwa pada bulan ini dipastikan Blok A Pasar Sertonobetek akan dibuka. Kabarnya apabila tidak di pertengahan bulan akan dilakukan akhir bulan Oktober.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia