Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Lanjutan Kasus Penusukan Kabid Sekuritas Bank Sinarmas Kediri

Gaya Hidup Tersangka Ririn Serba Wah

Selasa, 09 Oct 2018 19:53 | editor : Adi Nugroho

Penusukan di Xenia

Penusukan di Xenia (Ilustrasi: Afrizal - JP Radar Kediri)

KEDIRI KABUPATEN - Fakta baru kasus penusukan Kepala Bidang (Kabid) Sekuritas Bank Sinarmas (BS) Cabang Kediri terkuak. Ririn Seftiana, 39, sang pelaku penusukan ternyata yang berhutang secara langsung kepada Djony Suwoni, 44, sang korban penusukan. Uang itu untuk modal usaha. Uang hasil berhutang tersebut kemudian dipinjamkan ke orang-orang dengan bunga yang besar.

"Uang pinjamannya diputar lagi, untuk bisnis," ujar Iptu Roni Robi, kanit Pidum Satreskrim Polres Kediri kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin siang (8/10) di ruangannya.

Berdasarkan keterangan Roni, pelaku dan korban telah menjalin kerjasama yang cukup lama. Ririn meminjam uang kepada Djoni untuk dipinjamkan lagi ke orang lain.Awal mula kerjasama keduanya berjalan lancar. Pembayaran kepada Djoni tidak pernah bermasalah. Oleh karenanya, Djoni tidak keberatan dipinjami uang oleh Ririn.

Namun, untuk pinjaman kali ini sedikit berbeda. Ririn ditengarai menunggak pembayaran utangnya. Usaha pinjam-meminjamnya sedang macet. Diperkirakan utangnya kepada Djoni sudah menumpuk menjadi sekitar Rp 150 – 250 juta.

"Belum diketahui pasti pembayarannya macet karena apa," aku Roni. Tetapi, dugaan sementara ini karena dua kemungkinan. Pertama, karena pembayaran utang dari klien Ririn juga telat. Kedua, karena Ririn memakai uang tersebut untuk memenuhi gaya hidupnya.

Pasalnya, kehidupan yang dijalani Ririn bisa dikatakan mewah untuk seorang staf perbankan. Gaya hidupnya juga bisa dibilang hedon. Barang-barang yang sering digunakan oleh Ririn hampir semua branded.

Diduga karena kedua kemungkinan tersebut, Ririn menjadi telat membayar utangnya kepada Djoni. "Seharusnya dia (Ririn, Red) sudah membayar pada Agustus lalu," beber Roni.

Djoni pun berusaha menagih uangnya kepada Ririn. Menurut keterangan Djoni saat diperiksa petugas, ia pun menagih utang dengan biasa. Tidak ada unsur bentakan atau ancaman.

Namun, mungkin karena berkali-kali ditagih, Ririn menjadi jengkel dengan Djoni. Belum lagi ketika Ririn diwanti-wanti bosnya tersebut agar kesalahan mantan suaminya jangan sampai terulang.

Ririn agaknya juga merasa jengah karena disama-samakan dengan mantan suaminya. "Ketika disinggung tentang mantan suami, dia pasti emosi," terang Roni.

Untuk diketahui, Djoni juga pernah bekerja sama dengan mantan suami Ririn. Dengan bisnis yang serupa pula. Bahkan jangka waktu kerjasamanya lebih lama dibandingkan waktu dengan Ririn.

Setelah mantan suami Ririn berurusan dengan pihak kepolisian dan masuk bui. Ririn pun bercerai dengannya. Namun bukannya belajar dari kesalahan mantan suaminya, Ririn justru meneruskan bisnis yang digeluti manatan suaminya tersebut.

Berdasarkan keterangan Roni, Ririn membayar pinjamannya kepada Djoni dengan bunga 2 persen. Sedangkan bunga pinjaman Ririn kepada orang lain ditengarai lebih besar nilainya daripada itu. "Ada yang bilang, pinjam 50 juta kembalinya 300 juta," ujarnya.

Kini, Ririn resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penusukan tersebut. Petugas mengaku proses pemberkasan sudah dalam tahap akhir dan tinggal finalisasi. "Dalam minggu ini kita targetkan berkas sudah bisa dikirim ke Kejaksaan," tegas polisi berpangkat dua balok emas di pundak itu.

Beda Pengakuan, Beda Fakta

Pengakuan Ririn

1.     Diserang terlebih dahulu

2.     Membela diri

Fakta Lapangan

1.     Djoni menggunakan sabuk pengaman yang menyulitkannya jika akan menyerang Ririn

2.     Jika Djoni menyerang Ririn dari bangku depan, Ririn yang duduk di bangku tengah masih ada waktu kabur lewat pintu samping

3.     Kerudung yang dipakai Ririn tidak kusut atau menunjukkan indikasi adanya serangan dari Djoni

Ririn keluar dari mobil tanpa ekspresi ketakutan atau trauma

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia