Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Features

Melihat Festival Jamu dan Nasi Tumpang di Kampungdalem

Menara 1.139 Botol Jamu Ludes dalam 5 Menit

08 Oktober 2018, 17: 04: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

festival jamu nasi tumpang kampungdalem

BERKAH: Warga berebut jamu kemasan yang ditata berbentu menara saat Festival Jamu dan Nasi Tumpang di Kampungdalem. (RAMONA VALENTIN - Radar Kediri. JawaPos.com)

Perlu waktu satu hari penuh untuk menyusun 1.139 botol jamu menjadi menara setinggi 2,5 meter. Namun, hanya perlu waktu lima menit untuk berebut botol itu hingga habis.

RAMONA TIARA VALENTIN

 

Beberapa gunungan berjajar rapi di pelataran Dhoho Plaza. Gunungan yang tersusun dari beraneka ragam bahan. Dua gunungan setinggi satu setengah meter tersusun dari berbagai hasil bumi. Satu lagi dengan tinggi hampir sama terbentuk dari aneka jajanan kemasan. Sedangkan satu gunungan yang paling menarik perhatian adalah yang paling tinggi. Sekitar 2,5 meter. Tersusun dari ribuan botol jamu tradisional.

Sekitar pukul 09.00, Wawali Lilik Muhibbah memberikan sambutan yang diteruskan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar. Nah, usai serangkaian acara itu, adegan yang menarik pemandangan pun terjadi. Masyarakat yang tadinya menyaksikan langsung beranjak maju. Menyerbu empat gunungan yang terpajang di tengah-tengah lahan parkir plaza tersebut. Saling dorong dan saling desak. Tak sedikit yang terjatuh. Botol-botol jamu yang awalnya tertata rapi pun jadi berjatuhan. Berserakan di pelataran berpaving itu. Sebagian pecah yang membuat isinya tumpah.

Rohmat Setyo Riyanto, Kepala Kelurahan Kampungdalem menyebut kegiatan untuk memperingati bulan Suro ini lebih ramai dibanding tahun lalu. Antusias warga pun semakin besar.

“Saya heran, ternyata tidak hanya warga Kampungdalem saja yang berebut gunungan hasil bumi dan gunungan jamu. Ya semoga kegiatan ini bisa berlanjut untuk peningkatan kesejahteraan warga,” ucapnya tersenyum.

Ayah satu anak ini berharap agar kegiatan tersebut berdampak positif. Baik bagi warga maupun Kota Kediri. Karena jamu dan tumpang adalah simbol yang menggambarkan antara Kampungdalem dan Kota Kediri.

“Intinya kegiatan ini memancing generasi milineal agar mengenali potensi yang dimiliki kampung halamannya. Seperti jamu tradisional dan nasi tumpang,” imbuhnya.

Festival itu, lanjutnya, merupakan upaya mengenalkan produk lokal. Serta melestarikan budaya agar lebih dikenal. Selain itu, festival tersebut juga masih dalam rangkaian hari jadi ke-1139 Kota Kediri. Karena itulah jumlah jamu yang ditata disesuaikan dengan usia Kota Kediri, 1.139 botol. Demikian pula jumlah nasi tumpang yang juga sebanyak 1.139 pincuk.

Wawali Lilik Muhibbah menyebut kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya melestarikan budaya. Karena itu patut diapresiasi. “Kelurahan-kelurahan di Kota Kediri begitu antusias dan kompak menyambut hari Kemerdekaan dan Hari jadi Kota Kediri,” ujarnya sebelum tumpeng diperebutkan warga sekitar saat Festival Jamu dan Nasi Tumpang.  

Perempuan yang lebih akrab disapa Ning Lik ini mengakui bila jamu yang ditata bertumpuk seperti kerucut itu adalah produk lokal asli olahan warga Kampungdalem. Jamu-jamu tersebut diharapkan mampu digandrungi masyarakat. Sekaligus agar dapat dilirik oleh wisatawan maupun tamu-tamu yang berkunjung ke Kota Kediri.

Sementara itu, Hanifah Kurniasari, ketua Karang Taruna Kota Kediri menceritakan proses di balik berlangsungnya  Festival Jamu dan Nasi Tumpang ini. “Antusias warga membuahkan hasil positif. Mulai dari ibu PKK, pedagang jamu, pemuda setempat dan warga. Semuanya berperan,” paparnya.

Hanifah juga mengakui bila keramaian dan kericuhan dalam memperbutkan tumpeng dan tumpukan jamu sebanyak 1.139 tersebut tidak disangka-sangka. Ibu-ibu hingga anak-anak rela berdesakan hanya untuk memperebutkan satu botol jamu yang diproses oleh 59 pedagang jamu Kampungdalem selama 3 hari 3 malam.

Ia juga menceritakan bila untuk kalangan pemuda memberikan andil distribusi botol,pemasangan stiker, hingga pembentukan kelompok usaha bersama  pedagang jamu Kampung Dalem yang juga didampingi pihak dinas usaha mikro dan tenaga kerja (UMTK) Kota Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia