Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

DPT Bawah Umur Tertangani 70 Persen

08 Oktober 2018, 15: 42: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

DPT Bawah Umur Tertangani 70 Persen

 KEDIRI KABUPATEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri tidak mau terlalu lama berkubang dengan polemik data pemilih. Terutama data pemilih di bawah umur yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Mereka mengaku sedang melakukan perbaikan data tersebut.

          “Dari 100 temuan pemilih di bawah umur, 70 persennya sudah kami atasi dengan perbaikan data,” aku Eka Wisnu Wardhana, komisioner Divisi Program dan Data kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin (7/10).

          Diberitakan sebelumnya, pemilih di bawah umur yang masuk dalam DPT hasil perbaikan terjadi karena dua hal. Pertama, karena terbalik antara data tanggal dan bulan lahir. Kedua, karena murni kesalahan input data kependudukan.

          Untuk kasus pertama, petugas hanya tinggal mengubah data pemilih yang terbalik tersebut. Hanya perbaikan data saja. Petugas  tidak perlu turun langsung ke lapangan dan bertemu dengan pemilih yang bersangkutan.

          Perbaikan data dari pemilih yang terbalik tersebut meskipun belum selesai semuanya, namun Wisnu mengaku hanya kurang sedikit saja. “Data fomat Excel sudah, tinggal entry ke sistem data pemilih (sidalih),” aku Wisnu.

          Karena memang kesalahan ini terjadi karena data yang terbalik, perbaikannya pun tidak terlalu memakan waktu dan tenaga yang banyak. Berbeda dengan kasus kedua, petugas harus mendatangi pemilih yang bersangkutan tersebut. Proses ini pun menurut Wisnu sedang diselesaikan oleh pihaknya.

          “Masih proses pencermatan dan faktual lapangan. Insya Allah minggu depan panitia pemungutan kecamatan (PPK) akan berikan laporan,” bebernya.

          Lebih lanjut, untuk menyelesaikan permasalahan kedua PPK di daerah yang bermasalah harus melakukan verifikasi faktual dengan mendatangi pemilih tersebut. Setelah didatangi, petugas akan memeriksa dan mengecek dokumennya.

          Masih dari sumber yang sama, dokumen yang dimaksud adalah dokumen kependudukan. Yaitu antara lain adalah kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP-e) dan atau surat keterangan (suket). Itu artinya, petugas harus melakukan verifikasi faktual kepada sekitar 30 persen pemilih di bawah yang tercatat dalam DPT hasil perbaikan.

          Lalu bagaimana ketika pemilih yang didatangi petugas tersebut sedang tidak berada di tempat? Wisnu mengaku pihaknya tidak akan berdiam diri saja. “Jika tidak ditemui akan diulang sekali lagi,” terangnya.

          Meskipun begitu, pihaknya akan tetap menanyakan terkait data kependudukan yang ada. “Tentunya dengan melihat dan mendokumentasikan identitas kependudukan sebagai bukti verifikasi faktual,” ujarnya.

          Menurut keterangan Wisnu, pihaknya juga melibatkan ketua RT/RW, perangkat desa setempat guna memudahkan petugas untuk melakukan validitas data kependudukan.

          Untuk diketahui, sebelumnya telah ditemukan adanya data pemilih yang masih di bawah umur dan belum pernah menikah. Setelah dilakukan pencermataan oleh KPU Kabupaten Kediri, terdapat 100 pemilih di bawah yang masuk dalam DPT hasil perbaikan.

Ke depannya, KPU Kabupaten Kediri dengan Bawaslu dan partai politik akan mengadakan pertemuan untuk mencermati data bersama-sama. Baru setelahnya akan diadakan pleno jika perbaikan data sudah selesai.  

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia