Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Ada Ratusan DPT Ganda, Ini Sebabnya

Minggu, 07 Oct 2018 19:49 | editor : Adi Nugroho

politik dpt

KEDIRI KOTA - Data ganda ternyata masih juga muncul di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Kediri. Jumlahnya pun mencapai ratusan pemilih. Tepatnya, ada 813 data ganda dalam DPT tersebut.

Data pemilih ganda tersebut muncul saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melakukan penelitian pada DPT yang dikirimkan oleh KPU Kota Kediri. Dalam melakukan penelitian pada DPT itu, KPU RI melakukannya bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjendukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menurut keterangan Komisioner Perencanaan dan Data Anis Iva Permatasari, data ganda tersebut ada di kategori  K3 dan K4 saja. Sementara pada data K1 dan K2 untuk Kota Kediri tidak ditemukan data ganda.

“Ganda K1 artinya identik semua elemen. Baik nama, NKK, NIK, tanggal lahir maupun alamat. Sementara K2 ada elemen yang tidak sama namun dipastikan orangnya sama,” jelas Anis.

Untuk dua kategori tersebut, sambung Anis, tidak ditemukan di DPT KPU Kota Kediri. Sementara untuk rincianya di K3 ada 767 orang dan K4 ada 46 orang. Untuk ganda jenis ini rata-rata karena yang bersangkutan pindah domisili dan tidak melaporkannya ke KPU atau petugas pendataan di tingkat PPS yakni petugas tingkat kelurahan.

“Mereka ada di kota lain namun masih dalam satu provinsi. Sehingga datanya dobel ada di Kota Kediri dan kota lain yang menjadi tempat tinggalnya kini,” beber Anis kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Anis menyebut, saat ini pihaknya sedang melakukan faktualisasi data dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Faktualisasi data itu dengan cara melakukan pengecekkan NIK tempat mereka saat ini tinggal.

“Kemarin kami menemukan data ganda orang yang terdata di Kelurahan Bandarlor namun ada juga di (Kelurahan) Pocanan,” sebutnya.

Dengan kasus semacam ini, Anis pun mengingatkan kepada seluruh warga yang telah masuk DPT. Yaitu, apabila hendak pindah domisili agar melapor ke petugas PPS yang ada di kelurahan setempat. Dengan melaporkan kepindahan maka kejadian data ganda tidak terulang-ulang lagi.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia